AHY Sebut Polri Mitra Strategis Pembangunan Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Okt 2026, 14:39
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
AHY AHY (Kemenkoinfra)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pentingnya peran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mendukung pembangunan nasional.

Menurutnya, kolaborasi Polri dan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan diperlukan untuk memastikan pembangunan berlangsung aman, lancar, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat menghadiri Dialog Kebangsaan di Sespim Lemdiklat Polri, Lembang, Jawa Barat, Selasa, 27 Oktober 2026.

Kegiatan itu diikuti 445 peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan Sespim Polri, termasuk perwakilan TNI, Kejaksaan, dan peserta dari mancanegara.

"Jadi kita jangan hanya berpikir membangun lebih banyak, tetapi membangun lebih bermanfaat dan berdampak pada masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan, keberhasilan pembangunan nasional tidak cukup diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun. Pembangunan juga harus ditopang situasi keamanan yang kondusif, aktivitas masyarakat yang berjalan lancar, serta perlindungan terhadap hak-hak warga.

Menurutnya, infrastruktur harus mampu membuka akses masyarakat terhadap berbagai peluang, meningkatkan produktivitas, dan mendorong kesejahteraan. Karena itu, aspek keamanan dan kepastian hukum menjadi bagian penting dalam memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas.

Dalam hal ini, sinergi Polri dan Kemenko Infra mencakup pengamanan proyek strategis, penjagaan kelancaran rantai pasok dan konektivitas, penguatan tata kelola serta kepastian hukum, hingga deteksi dini melalui pertukaran informasi.

Kolaborasi tersebut juga diperlukan untuk mengantisipasi berbagai hambatan pembangunan, mulai dari risiko sosial, konflik pemanfaatan ruang, hingga potensi gangguan terhadap pelayanan publik.

Baca Juga: BGN Copot Kepala SPPG di Bogor dan Cirebon, Ahli Gizi Dipecat Usai Ratusan Orang Keracunan MBG

Baca Juga: Jelang Demo, Kendaraan dari Dukuh Atas ke Bundaran HI Melaju Lancar

Dalam dialog tersebut, AHY juga menyoroti pemberantasan mafia tanah sebagai salah satu langkah untuk melindungi hak masyarakat sekaligus memperkuat kepastian hukum. Upaya ini dinilai penting agar pembangunan dapat berjalan dengan tertib tanpa mengabaikan hak-hak warga.

Selain itu, AHY menekankan perlunya penertiban kendaraan berdimensi dan bermuatan berlebih atau over dimension overloading (ODOL). Kendaraan ODOL berisiko merusak infrastruktur jalan, membahayakan pengguna jalan, serta mengganggu kelancaran distribusi logistik.

Ia juga mengingatkan dampak kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan ODOL terhadap masyarakat, termasuk keluarga yang menjadi korban saat berada di jalan.

"Sering kita sedih mendengar kabar, membaca satu keluarga habis ditabrak ODOL. Padahal mereka tidak tahu apa-apa, mereka tidak salah apa-apa," ungkapnya.

Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor agar keselamatan pengguna jalan tetap terjaga sekaligus mendukung keberlangsungan pembangunan infrastruktur.

AHY turut menekankan pentingnya kerja sama dalam meningkatkan keselamatan transportasi, terutama pada periode mobilitas tinggi seperti Lebaran serta Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Koordinasi antarlembaga juga dibutuhkan untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan transportasi multimoda. Dengan demikian, mobilitas masyarakat dan distribusi barang diharapkan tetap berlangsung lancar.

Di samping pengamanan, AHY mendorong pendekatan yang mengutamakan pencegahan dan deteksi dini. Polri diharapkan hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan pelayanan yang mampu memperkuat rasa aman di tengah masyarakat.

“Polri bersama masyarakat, saya rasa ini bukan hanya sekadar jargon, melainkan harus menjadi spirit,” tegasnya.

Melalui sinergi yang berkelanjutan, keamanan diharapkan dapat menjaga pembangunan tetap berjalan, sementara pembangunan yang memberikan manfaat nyata turut memperkuat kesejahteraan dan stabilitas masyarakat.

x|close