Kapolres di Kalbar Hajar Warga

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Okt 2026, 19:57
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Aksi Kapolres di Kalbar diduga melakukan penganiayaan ke warga. Aksi Kapolres di Kalbar diduga melakukan penganiayaan ke warga. (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Kapolres Kapuas Hulu Wisnu Perdana Putra diduga melakukan penganiayaan. Ia didih memukul dan menampar warganya sendiri. Aksi Kapolres itu terekam kamera CCTV dan videonya viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat awalnya Kapolres menegur dua orang warga. Kedua warga tersebut kala itu tengah asyik ngopi di warung.

Dari dua orang, hanya satu yang merespons sapaan Wisnu. Satu warga yang tak menanggapi, terlihat tengah fokus menonton video diperkirakan melalui platform YouTube. Di kedua telinganya juga nampak terpasang earphone.

Salah satu polisi yang mendampingi Kapolres meminta warga untuk merespons sapaan Wisnu. Polisi itu juga meminta rekannya menegur warga yang cuek saja tersebut.

Tak lama berselang, Wisnu menghampiri warga yang sibuk menonton video dan mengangkat salah satu kakinya itu di kursi warung.

Kapolres terlihat memukul bagian tubuh korban. Tak jelas apakah kaki korban yang diangkat atau perut pemuda itu yang dipukul Wisnu.

Namun, akibat dari pemukulan itu meja warung sampai terguncang. Sehingga, minuman warga pun tumpah. Sejurus kemudian, Kapolres merapatkan tubuhnya ke korban. Korban lalu ditampar dengan cepat oleh Kapolres.

Kapolres pun bertanya apakah korban merupakan preman. Pemuda itu menjawab bahwa dirinya adalah warga sekitar.

Polda Kalimantan Barat (Kalbar) yang dikonfirmasi terkait persoalan ini, menyebut bahwa perkara telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Kabidhumas Polda Kalbar Kombes Bambang Suharyono mengaku dirinya telah menerima penjelasan dari Kapolres mengenai kejadian yang berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Bambang membenarkan adanya peristiwa itu. “Informasi langsung dari Kapolres Kapuas Hulu, benar atas peristiwa tersebut. Namun, sudah diselesaikan dengan pihak korban dan keluarga korban,” ujar Bambang.

Menurut Bambang, kedua belah pihak telah menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

Ia mengibaratkan penyelesaian itu sebagai pendekatan keadilan restoratif atau restorative justice.

Kendati membenarkan kejadian tersebut, Polda Kalbar belum memastikan apakah Wisnu akan diperiksa oleh Propam terkait insiden tersebut.

Dia juga belum mengetahui secara pasti penyebab yang melatarbelakangi peristiwa dugaan pemukulan itu.

“Saya belum mendapatkan kabar terkait hal tersebut. Yang pasti, antara Kapolres Kapuas Hulu dengan korban maupun keluarga korban sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” tandasnya.