Ntvnews.id, Tel Aviv - Dua tokoh oposisi Israel, Naftali Bennett dan Gadi Eisenkot, menggelar pertemuan untuk membahas upaya pembentukan pemerintahan baru setelah pemilihan parlemen tidak menghasilkan mayoritas bagi blok politik mana pun.
Pertemuan tersebut bertujuan mencari jalan untuk membentuk pemerintahan baru “secepat mungkin”. Bennett merupakan mantan perdana menteri sekaligus pemimpin Partai Together, sedangkan Eisenkot menjabat sebagai Ketua Partai Yashar.
Keduanya mengadakan pembicaraan di kediaman Bennett yang berada di Ra’anana, Israel.
“Kedua pemimpin tersebut mengatakan bahwa mereka membahas cara untuk membentuk pemerintahan yang baik di Israel secepat mungkin,” demikian pernyataan kedua politikus tersebut yang dilaporkan Ynet, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat, 30 Oktober 2026.
Meski demikian, pernyataan tersebut belum mengungkapkan apakah kedua tokoh oposisi itu telah mencapai kesepakatan untuk membangun koalisi pemerintahan.
Baca Juga: Pendukung Partai Arab Rayakan Hasil Pemilu Israel, Berpeluang Cetak Sejarah
Pertemuan berlangsung setelah Komite Pemilihan Umum Pusat Israel mengumumkan bahwa proses penghitungan surat suara khusus dalam pemilihan parlemen yang digelar Selasa, 27 Oktober 2026 telah selesai.
Berdasarkan hasil penghitungan terbaru, blok politik pendukung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memperoleh 53 kursi di Knesset. Sementara itu, kelompok oposisi mengamankan 48 kursi dan partai-partai Arab mendapatkan 19 kursi.
Dengan total 120 kursi di parlemen Israel, setiap blok politik membutuhkan sedikitnya 61 kursi untuk memperoleh dukungan mayoritas dan membentuk pemerintahan.
Namun, hasil pemilu tersebut menunjukkan bahwa baik kubu Netanyahu maupun kelompok oposisi belum berhasil memenuhi ambang batas tersebut. Kondisi ini membuat negosiasi antarkekuatan politik menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembentukan pemerintahan Israel berikutnya.
Bendera Israel/ist