ABRAHAM: Perang Melawan Narkoba, Kombes Pol. Nasriadi Tegaskan Polisi Terus Memburu Investor yang Mendanai

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Okt 2026, 13:32
thumbnail-author
Ramses Manurung
Penulis & Editor
Bagikan
Kapolres Jakarta Barat Kombes. Pol. Nasriadi dalam program ABRAHAM  di Nusantara TV Kapolres Jakarta Barat Kombes. Pol. Nasriadi dalam program ABRAHAM di Nusantara TV

Ntvnews.id, Jakarta - Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol. Nasriadi, menegaskan komitmen jajarannya untuk menindak tuntas jaringan peredaran gelap narkotika di kawasan Komplek Permata (Kampung Ambon).

Kepolisian tidak berhenti pada penggerebekan lapak-lapak fisik, melainkan menyasar hingga ke tingkat penyandang dana dan aktor intelektual tertinggi.

Kombes Pol. Nasriadi menyatakan bahwa proses hukum dan penyidikan terus berjalan berkat dukungan penuh dari tingkat markas besar hingga polda.

"Kami akan terus melakukan penindakan terhadap narkoba. Kami akan terus mencari aktor intelektual yang ada di Kampung Ambon ini, dan kami akan terus mencari siapa penyandang dananya, siapa bandarnya, bahkan aktor yang paling tinggi," tegas Kombes Pol. Nasriadi saat berada di lokasi penelusuran.

"Kita tetap dibackup oleh Direktorat Narkoba Bareskrim Polri, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, dan kami dari Jakarta Barat tidak akan henti, tidak akan diam," lanjutnya

Menanggapi insiden pembakaran bangunan bekas lapak yang terjadi usai penertiban oleh aparat, Nasriadi mengindikasikan aksi tersebut merupakan bentuk perlawanan kelompok jaringan sekaligus upaya memusnahkan sisa jejak transaksi.

"Indikasi mereka yang bakar ya sebagai bentuk perlawanan," ungkap Nasriadi.

Kami dari penyidik mengidentifikasi ada kemungkinan dari bandar-bandar ini, karena kemarin kami menemukan catatan-catatan rekapan penjualan, nomor telepon, dan sebagainya. Jadi kami mengindikasi ini adalah upaya untuk menghilangkan barang bukti yang tertinggal di sini," ujar Kasat Narkoba Polresta Jakarta Barat AKBP Vernal Sambo menambahkan.

Baca juga: ABRAHAM: Penampakan Horor Rumah Bandar Narkoba Kampung Ambon, Bekas Sabu Masih Berceceran

Nasriadi menegaskan bahwa seluruh barang bukti krusial yang menyangkut tindak pidana narkotika sudah lebih dahulu diamankan oleh petugas sebelum area tersebut diratakan.

"Saat kita melakukan perataan di sini, seluruh barang bukti sudah kita amankan. Jadi barang bukti yang masih ada narkobanya, catatan, semuanya sudah kita amankan," terangnya.

Kendati diwarnai aksi intimidasi—termasuk aksi kekerasan terhadap warga sipil yang terjadi di jalan arteri dekat kawasan tersebut—kepolisian bergeming dan berjanji menjalankan instruksi Pimpinan Polri.

"Sinyal yang diberikan oleh bandar besar itu kepada aparat yang sedang bekerja. Tapi kita tidak mundur, kita terus maju untuk mencari bandar tersebut. Sebagaimana pesan Pak Kapolri, jangan setengah-setengah. Harus tuntas dan tegas terhadap pengedaran dan bandar narkoba," ujar Nasriadi.

Selain penegakan hukum terhadap distributor dan pengedar, pihak kepolisian juga menerapkan pendekatan humanis melalui rehabilitasi bagi pengguna adiktif serta program pemberdayaan ekonomi sosial.

"Tidak hanya penindakan saja, tapi harus ada kegiatan pasca-penindakan. Mereka yang pengguna narkoba harus kita rehab, kemudian dengan pengangguran harus kita carikan pekerjaan, seperti ada program Polisi Peduli Pengangguran," papar Nasriadi.

Kepolisian berkomitmen melakukan pemulihan kawasan (maintain) agar Komplek Permata benar-benar bersih dari aktivitas peredaran gelap narkotika.

"Kita terus mengubah Kampung Ambon sebagai kampung narkoba, kita akan menjadi Komplek Permata yang tanpa narkoba. Warga yang jernih seperti permata, tidak butek seperti narkoba ini," pungkas Kombes Pol. Nasriadi.

x|close