Operasi Patuh 2026, Korlantas Polri Dorong Keselamatan Berkendara Jadi Kebiasaan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Okt 2026, 07:50
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko (Humas Polri)

Ntvnews.id, Jakarta - Korlantas Polri menjadikan Operasi Patuh 2026 sebagai momentum untuk membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara.

Melalui operasi yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026 ini, Polri mengajak seluruh pengguna jalan menjadikan perilaku aman berkendara sebagai kebiasaan sehari-hari demi menekan angka kecelakaan dan fatalitas di jalan raya.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Operasi Patuh 2026 tidak hanya berfokus pada penindakan pelanggaran, tetapi juga bertujuan membangun ekosistem lalu lintas yang mengutamakan keselamatan.

"Operasi Patuh 2026 merupakan upaya untuk membangun litetasi dan edukasi kesadaran pengetahuan masyarakat bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Dengan semakin baiknya pengetahuan dan kepatuhan pengguna jalan, potensi kecelakaan maupun fatalitasnya dapat ditekan sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat terlindungi dalam aktivitasnya," ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Selasa, 27 Oktober 2026.

Operasi Patuh 2026 dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Indonesia. Sasaran kegiatan ini mencakup berbagai perilaku yang berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan lalu lintas serta memicu terjadinya kecelakaan.

Dalam pelaksanaannya, Korlantas Polri mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui penyuluhan serta edukasi kepada masyarakat. Sosialisasi safety riding juga dilakukan kepada pengguna jalan, komunitas, dan berbagai kelompok masyarakat agar semakin memahami cara berkendara yang aman dan tertib.

Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko pelanggaran lalu lintas, baik terhadap diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Selain edukasi dan pencegahan, penegakan hukum tetap menjadi bagian dari Operasi Patuh 2026. Korlantas Polri menerapkan penindakan secara terukur dengan mengutamakan penggunaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik melalui perangkat statis maupun mobile.

Sementara itu, terhadap pelanggaran tertentu, petugas dapat memberikan teguran secara simpatik dengan mengedepankan komunikasi dua arah. Pendekatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya mematuhi aturan dan menghindari perilaku yang berisiko menyebabkan kecelakaan.

Trunoyudo menegaskan bahwa penegakan hukum juga merupakan bagian dari proses edukasi. Masyarakat diharapkan tidak hanya patuh ketika operasi berlangsung, tetapi mampu menerapkan perilaku tertib dan aman secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari.

“Penegakan hukum merupakan bagian dari edukasi. Ketika masyarakat diberikan pemahaman dan diingatkan secara humanis mengenai risiko pelanggaran yang dapat beresiko kecelakaan dan fatalitas, yang diharapkan bukan hanya kepatuhan selama kegiatan, tetapi terbentuknya kebiasaan tertib, selamat dan aman berlalu lintas yang terus dilakukan dalam keseharian beraktifitas berlalu lintas,” jelasnya.

Dalam Operasi Patuh 2026, masyarakat diingatkan untuk menghindari berbagai perilaku yang dapat membahayakan keselamatan di jalan raya.

Pengguna jalan diimbau menggunakan perlengkapan keselamatan, mematuhi rambu dan marka jalan, serta menjaga kecepatan sesuai ketentuan. Pengendara juga diminta tidak melawan arus dan tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara.

Selain itu, kondisi kendaraan dan kesiapan pengemudi perlu dipastikan sebelum memulai perjalanan. Langkah sederhana tersebut menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.

Kepatuhan terhadap aturan diharapkan dapat menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman, sekaligus melindungi pengendara, penumpang, pejalan kaki, dan pengguna jalan lainnya.

Menurut Trunoyudo, keberhasilan Operasi Patuh 2026 tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya pelanggaran yang ditemukan atau jumlah penindakan yang dilakukan petugas.

Hal terpenting adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap perjalanan.

“Budaya tertib berlalu lintas harus tumbuh menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Untuk itu dibutuhkan awareness atau kepedulian dalam pemgetahuan keselamatan berlalu lintas paling utama, karena setiap aktifitas di jalan dapat potensi berdampak kepada keselamatan orang lain. Mari bersama-sama menjadikan keselamatan sebagai kebiasaan, keluarga tetap setia menunggu dirumah untuk setiap perjalanan,” tutupnya.

Polri mengajak masyarakat menjadi bagian dari terciptanya lalu lintas yang aman dengan saling menghormati sesama pengguna jalan, mematuhi aturan, dan mengutamakan keselamatan. Polisi bersama masyarakat membangun budaya tertib berlalu lintas untuk keselamatan bersama.

x|close