Menlu Sugiono Angkat Pengalaman Damai Aceh-Maluku dalam Forum PBB

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Sep 2026, 19:00
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tangkapan layar - Menteri Luar Negeri RI Sugiono saat berbicara dalam Pertemuan Tingkat Menteri Peacebuilding Commission (PBC) di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York Tangkapan layar - Menteri Luar Negeri RI Sugiono saat berbicara dalam Pertemuan Tingkat Menteri Peacebuilding Commission (PBC) di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyampaikan pengalaman Indonesia dalam membangun perdamaian di Aceh dan Maluku melalui dialog yang berkelanjutan serta inklusif sebagai salah satu pembelajaran bagi upaya perdamaian di tingkat global.

Hal itu disampaikan Sugiono dalam Pertemuan Tingkat Menteri Komisi Pembangunan Perdamaian (PBC) yang digelar di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Kamis, 24 September 2026.

“Pengalaman Indonesia di Aceh dan Maluku menunjukkan bagaimana dialog yang berkelanjutan dan inklusif antarkomunitas dapat memulihkan kepercayaan dan menjaga persatuan nasional,” kata Menlu Sugiono seperti dikutip ANTARA di Jakarta, Jumat, 25 September 2026.

Menurut Sugiono, pembangunan perdamaian merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan kondisi damai yang berkelanjutan. Proses tersebut dimulai dari upaya pencegahan dan dilanjutkan dengan pemulihan hingga rekonsiliasi.

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan perdamaian dalam memperkuat institusi nasional dan tatanan sosial pada setiap tahapnya. Hal itu dinilai menjadi fondasi untuk menjaga perdamaian dalam jangka panjang.

Baca Juga: Menlu Sugiono Tegaskan Krisis Iklim Tak Boleh Picu Ketidakpastian Hukum Maritim

“Pembangunan perdamaian akan berjalan paling efektif ketika dipimpin dan dimiliki oleh negara yang bersangkutan,” katanya.

Sugiono menjelaskan PBC memiliki peran dalam membantu negara melalui penyediaan keahlian, dukungan politik, serta sumber daya. Komisi tersebut juga dapat membantu menerjemahkan prioritas pembangunan perdamaian di tingkat nasional menjadi dukungan internasional yang berkelanjutan dan terpadu.

Untuk memperkuat fungsi tersebut, Sugiono mendorong PBC memberikan nasihat strategis yang lebih kuat. Ia juga meminta peningkatan koherensi dengan pekerjaan Majelis Umum PBB, Dewan Keamanan PBB, serta Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (ECOSOC).

Selain itu, ia mendorong PBC untuk memanfaatkan pengalaman dari berbagai negara, termasuk negara-negara Global South, terutama dalam hal rekonsiliasi, pembangunan institusi, pemulihan, dan pencegahan konflik.

Sugiono turut menyoroti pentingnya penggunaan data dan teknologi secara lebih optimal untuk mendukung respons pembangunan perdamaian yang lebih terarah dan efektif.

Baca Juga: Sejumlah Delegasi Walk Out saat Sidang Majelis Umum PBB

Ia mengatakan Indonesia akan terus bekerja sama dengan Komisi Pembangunan Perdamaian dan seluruh mitra dalam mendukung terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.

“Indonesia akan terus bekerja sama dengan PBC dan seluruh mitra untuk semakin mendekatkan kita pada tujuan tersebut,” kata Menlu Sugiono.

(Sumber: Antara)

x|close