Temui Wapres Gibran, Mahasiswa ITB Bawa Teknologi dan Inovasi Baru

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Sep 2026, 13:15
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Wapres Gibran Rakabuming (kiri) mendengarkan penjelasan terkait inovasi mahasiswa ITB dalam pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 9 September 2026. Wapres Gibran Rakabuming (kiri) mendengarkan penjelasan terkait inovasi mahasiswa ITB dalam pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 9 September 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Presiden Gibran Rakabuming menerima lima tim mahasiswa dan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) di Istana Wakil Presiden, Rabu, 9 September 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Gibran mengapresiasi berbagai inovasi yang dikembangkan mahasiswa dan mendorong agar hasil riset dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Dosen Teknik Fisika Fakultas Teknologi Industri ITB Augie Widyotriatmo mengatakan Gibran memberikan perhatian terhadap sejumlah inovasi yang dipaparkan dalam audiensi tersebut.

"Mahasiswa-mahasiswa di sini memberikan paparan terkait dengan inovasi yang telah dikembangkan di Institut Teknologi Bandung, dan Pak Wapres sangat mengapresiasi inovasi yang sudah dikembangkan," ujar Augie.

Menurut Augie, Gibran juga meminta agar inovasi mahasiswa tidak berhenti pada proses penelitian dan pengembangan. Teknologi yang telah dihasilkan diharapkan dapat terus disempurnakan sehingga berpeluang diterapkan secara lebih luas.

Baca JugaWapres Gibran Tinjau Pemulihan Pascabencana di Tiga Wilayah Sumut

"Arahan dari Pak Wapres untuk terus dikembangkan dan Pak Wapres tetap akan mendukung dengan memberikan akses kepada industri berkaitan," katanya.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian Gibran ialah Eaglesense. Teknologi tersebut berpotensi digunakan untuk memantau kondisi lingkungan, termasuk mendeteksi perubahan kualitas udara akibat paparan asap yang dapat menjadi salah satu indikator awal kebakaran hutan dan lahan.

Perwakilan Tim Eaglesense, Jhon Chritabel Fausta Silalahi, menjelaskan bahwa teknologi itu memadukan drone dengan kitbox sensor yang dilengkapi sejumlah perangkat untuk melakukan pengukuran kualitas udara.

Hasil pengukuran selanjutnya diolah dan dikirimkan secara langsung ke sistem basis data untuk ditampilkan dalam dasbor pemantauan. Penggunaan drone juga memungkinkan pengambilan data dilakukan pada wilayah yang luas serta lokasi yang sulit dijangkau.

Baca JugaGibran, Jokowi, hingga Jusuf Kalla Hadiri Akad Nikah Rizky Irmansyah

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyampaikan potensi hilirisasi kemenyan bisa dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia. Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyampaikan potensi hilirisasi kemenyan bisa dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sistem sensor dan dasbor tersebut kemudian dapat memberikan informasi mengenai kondisi kualitas udara dengan lebih cepat. Pengembangan lebih lanjut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemantauan lingkungan sekaligus membantu mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan sejak dini.

Selain Eaglesense, empat tim lain turut memperkenalkan hasil pengembangan teknologi dari bidang yang berbeda.

Tim Intv-ML mengembangkan pemanfaatan machine learning untuk menentukan sumur minyak yang dinilai paling optimal untuk menjalani well intervention.

Sementara itu, Concorde Systems menghadirkan sistem manajemen berbasis komputer yang ditujukan untuk mendukung pemeliharaan aset serta peralatan berat.

Tim SIGAP mengembangkan kendaraan darat tanpa awak dengan konsep platform modular. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk sejumlah kebutuhan, termasuk pemeliharaan green space melalui modul pemotong rumput serta pengembangan modul sprayer pupuk dan NPK sensor sebagai nilai tambah produk.

Adapun Noah AI dirancang untuk melakukan prediksi sekaligus membantu mitigasi terhadap bencana banjir.

Gibran mendorong agar inovasi-inovasi tersebut terus dikembangkan dan diperkuat melalui akses serta kolaborasi dengan dunia industri. Dengan demikian, hasil riset mahasiswa ITB diharapkan tidak hanya berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab berbagai kebutuhan di masyarakat.

(Sumber: Antara)

x|close