Polda Metro Jaya Bantah Isu Ajudan Febrie Adriansyah Ditembak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jul 2026, 04:34
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto (tengah) saat konferensi pers di Jakarta. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto (tengah) saat konferensi pers di Jakarta. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Polda Metro Jaya memastikan kabar yang menyebut ajudan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah menjadi korban penembakan tidak benar. Polisi menegaskan informasi yang beredar di media sosial tersebut merupakan hoaks.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap informasi tersebut dengan jajaran Polres Metro Jakarta Selatan.

"Kalau itu ada informasi jelas, sejauh ini kami sudah mengkonfirmasi dengan Kasat Reskrim Jakarta Selatan itu adalah hoaks," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat konferensi pers di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.

Sebelumnya, beredar unggahan di media sosial Instagram, salah satunya melalui akun @gianluigich, yang memuat narasi, "setelah penjaga rumahnya febrie tewas diduga dibunuh, Kabarnya ajudannya Febrie diduga tewas ditembak oleh orang misterius, jasad belum ditemukan."

Di sisi lain, Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan hingga kini masih mendalami penyebab meninggalnya seorang pria bernama Sutrimo. Korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis, 23 Juli 2026.

Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, 26 Juli 2026, Budi Hermanto menjelaskan berdasarkan informasi awal, Sutrimo ditemukan tergeletak di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru.

"Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring. Namun, pihak rumah sakit menerangkan bahwa Sutrimo tiba dalam keadaan sudah meninggal dunia," kata Budi.

Untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan masih mengumpulkan keterangan dan menyusun kronologi kejadian.

Budi mengatakan polisi juga telah meminta klarifikasi dari sejumlah pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Mereka di antaranya keluarga korban, sopir ambulans, petugas rumah sakit, hingga pihak lain yang mengetahui kejadian tersebut.

Terkait kabar yang menyebut Sutrimo merupakan Kepala Urusan Rumah Tangga (Karumga) Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Budi belum dapat memastikan informasi tersebut.

"Masih didalami," ucapnya.

(Sumber: Antara)

x|close