Menhub Ungkap Kronologi Lengkap Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Mei 2026, 16:49
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi (tengah baris depan) mengikuti Rapat Kerja Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis 21 Mdi 2026. ANTARA/Harianto Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi (tengah baris depan) mengikuti Rapat Kerja Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis 21 Mdi 2026. ANTARA/Harianto (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi membeberkan ilustrasi kronologi kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Jawa Barat, yang terjadi pada Minggu, 27 April 2026 dan menyebabkan 16 orang meninggal dunia.

Penjelasan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.

“Pada tanggal 27 April 2026 pukul 20.52 WIB terjadi insiden kecelakaan kereta api di emplasemen Stasiun Bekasi Timur yang melibatkan Kereta Api Commuter Line Jakarta-Cikarang dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek,” kata Menhub.

Dalam tayangan ilustrasi grafis yang dipaparkan di hadapan pimpinan dan anggota Komisi V DPR RI, Dudy menjelaskan rangkaian kejadian sebelum kecelakaan terjadi.

Kereta KA Commuter Line 5568A tiba di Stasiun Bekasi pada pukul 20.34 WIB, lebih cepat satu menit dari jadwal.

Baca Juga: Terpopuler: Menhub dan Dirut KAI Jajal KRL Bekasi Timur-Cikarang, Tahta Puncak Persib Diambil Borneo FC

Sementara itu, KA 116B Sawunggalih tiba pada pukul 20.35 WIB dengan keterlambatan lima menit dan berhenti untuk menaikkan penumpang.

“Ini adalah ilustrasi grafisnya. Sawunggalih diberangkatkan 20.37 WIB dari Stasiun Bekasi. Sawunggalih melintas Stasiun Bekasi Timur pukul 20.39 WIB,” ujar Menhub.

Selanjutnya, sebuah taksi dilaporkan mogok di tengah rel.

Pada pukul 20.48 WIB, KA 5181B relasi Cikarang–Jakarta melintas dan terjadi temperan atau tabrakan dengan kendaraan tersebut.

Insiden itu memicu kerumunan warga di sekitar lokasi perlintasan untuk melihat kejadian.

“KA 5568A sudah terlambat 8 menit, diberangkatkan 20.45 WIB. Lalu pukul 20.49 WIB KA KRL Jakarta Cikarang 5568A sampai atau tiba di Stasiun Bekasi Timur,” jelas Dudy.

Tak lama setelah itu, KRL 6066B tiba di Stasiun Bekasi dan di belakangnya terdapat KRL 5568A.

KRL 5568A sempat melanjutkan perjalanan, namun kemudian berhenti akibat adanya kerumunan warga di jalur depan.

Pada pukul 20.51 WIB, Kereta Api Argo Bromo Anggrek melintasi Stasiun Bekasi dengan kecepatan 108 kilometer per jam, lebih cepat tiga menit dari jadwal. Satu menit kemudian, tepat pukul 20.52 WIB, tabrakan pun terjadi.

Suasana Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, Basarnas, KNKT, hingga kepolisian soal insiden tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, di Jakarta, Kamis 21 Mei 2026. ANTARA/Harianto <b>(Antara)</b> Suasana Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, Basarnas, KNKT, hingga kepolisian soal insiden tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, di Jakarta, Kamis 21 Mei 2026. ANTARA/Harianto (Antara)

Dudy menegaskan pemerintah tetap menghormati proses investigasi yang sedang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) secara independen dan profesional.

“Kementerian Perhubungan juga memprioritaskan percepatan penanganan korban, pemulihan operasional perjalanan kereta api, agar pelayanan kepada masyarakat dapat segera kembali berjalan dengan aman dan lancar,” katanya.

Baca Juga: Menhub Tunggu Hasil Investigasi KNKT soal Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Ia menambahkan, pemerintah kini fokus melakukan evaluasi dan peningkatan sistem keselamatan transportasi, terutama di area perlintasan sebidang yang dinilai masih menjadi perhatian serius.

“Keselamatan perlintasan sebidang menjadi perhatian serius pemerintah,” imbuh Menhub.

Dalam insiden tersebut, total korban mencapai 124 orang.

Sebanyak 16 orang dinyatakan meninggal dunia, lima korban masih menjalani perawatan, dan 103 korban lainnya telah kembali ke rumah masing-masing.

(Sumber: Antara)

x|close