BKKBN Beri Trauma Healing untuk Korban Kecelakaan Kereta Bekasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mei 2026, 11:09
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Dadi Ahmad Roswandi (kiri, berkemeja putih) mengunjungi langsung korban kecelakaan KA Bekasi Timur pada Jumat (29/4/2026). Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menyatakan pihaknya memberikan layanan pemulihan trauma atau trauma healing bagi korban. ANTARA/HO-Kemendukbangga/BKKBN. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Dadi Ahmad Roswandi (kiri, berkemeja putih) mengunjungi langsung korban kecelakaan KA Bekasi Timur pada Jumat (29/4/2026). Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menyatakan pihaknya memberikan layanan pemulihan trauma atau trauma healing bagi korban. ANTARA/HO-Kemendukbangga/BKKBN. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga bersama BKKBN memberikan dukungan pemulihan trauma trauma healing kepada korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi pada Senin 27 April 2026 malam.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan pentingnya penanganan psikologis bagi para korban serta keluarga yang terdampak.

"Terkait penanganan korban, tentu nanti kita akan tindaklanjuti kalau butuh, terkait beberapa hal yang berkenaan dengan konsultasi atau keluarga. Trauma healing, biasanya kewenangan kita di situ. Tentu yang penting adalah fokus penanganan korban sampai selesai, kalau nanti membutuhkan trauma healing pasti kita turun, karena itu bagian dari kewajiban kita," ujar Wihaji saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin 4 Mei 2026.

Baca Juga: BKKBN Buka Layanan Aduan Daycare Bermasalah, Masyarakat Diminta Lebih Waspada

Ia menambahkan bahwa pemulihan mental merupakan bagian penting dari proses pemulihan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi fisik tetapi juga emosional agar korban dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

"Komitmen ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kemendukbangga/BKKBN untuk selalu hadir dan responsif dalam melindungi serta mendampingi masyarakat, khususnya dalam situasi darurat," kata Wihaji.

Sebagai tindak lanjut, perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat telah turun langsung mengunjungi korban serta keluarga di RSUD Kota Bekasi pada Jumat 29 April 2026, dengan fokus pada kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu dengan balita.

Kunjungan tersebut turut didampingi oleh jajaran Kemendukbangga/BKKBN serta Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana Kabupaten dan Kota Bekasi untuk memastikan pendampingan berjalan optimal.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, menyampaikan empati mendalam kepada para korban atas musibah yang terjadi.

"Kami turut berduka atas musibah yang menimpa para korban. Kehadiran kami hari ini adalah bentuk kepedulian sekaligus dukungan agar para korban tetap semangat dalam menjalani masa pemulihan," tuturnya.

Baca Juga: Mendukbangga: Trauma Healing Disiapkan untuk Korban Kecelakaan KA Bekasi

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan dukungan moral, memantau kondisi terkini korban, serta menyalurkan bantuan yang dibutuhkan selama masa pemulihan.

Dadi juga menekankan bahwa pemulihan mental pascatrauma sama pentingnya dengan pemulihan fisik, sehingga diperlukan layanan yang mendukung kondisi psikologis korban.

"Kami mengajak pula untuk langsung berkonsultasi dengan layanan yang digagas Kemendukbangga/BKKBN, yaitu Satyagatra, yang bisa dimanfaatkan secara gratis oleh korban atau keluarga korban agar kondisi mental setelah merasakan trauma kembali pulih," paparnya.

Selain pendampingan psikologis, BKKBN Jawa Barat juga menyalurkan bantuan berupa santunan serta dukungan nutrisi kepada korban, khususnya bagi ibu hamil dan ibu menyusui, guna membantu meringankan beban serta mempercepat proses pemulihan kesehatan.

(Sumber: Antara)

x|close