Cak Imin: KUR dan Kredit UMKM Tumbuh Positif, Pemerintah Dorong Perkuat Akses Permodalan dan Pasar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mei 2026, 10:26
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menko PM Muhaimin Iskandar Menko PM Muhaimin Iskandar (Dokumentasi )

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyampaikan bahwa perkembangan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menunjukkan tren yang sangat positif.

Hal ini menjadi indikator penting dalam upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil.

“Alhamdullilah, kesimpulannya KUR dan perkreditan umumnya untuk UMKM sangat positif perkembangannya dan Pak Menteri UMKM terus bekerja keras untuk mengoptimalkan KUR dan berbagai kredit itu sehingga benar-benar bermanfaat langsung kepada para pelaku UMKM,” ujar Menko Muhaimin usai Rapat Terbatas Menteri (RTM), 5 Mei 2026.

Menko PM menegaskan bahwa pemerintah akan terus meningkatkan kualitas penyaluran kredit agar tidak hanya terserap secara angka, tetapi juga berdampak nyata terhadap pertumbuhan usaha dan penciptaan lapangan kerja.

Baca Juga: Menteri UMKM Bersama PNM Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pulau Rinca

Menko Muhaimin mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, di antaranya risiko kredit macet serta belum optimalnya akses pasar bagi pelaku UMKM. Oleh karena itu, pemerintah akan terus menyiapkan kondisi pasar yang lebih kondusif agar produk UMKM mampu terserap dengan baik.

“Kita tidak ingin pelaku UMKM terjebak pada kredit macet. Karena itu, selain pembiayaan, kita juga harus memastikan pasar tersedia dan aksesnya terbuka luas,” tegasnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, pemerintah juga menegaskan komitmen untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif di desa, termasuk sektor pariwisata dan usaha berbasis kearifan lokal. Penguatan ekonomi kreatif desa dinilai sebagai strategi penting untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

Sementara itu, Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menjelaskan bahwa tren alokasi kredit perbankan untuk sektor UMKM dalam satu dekade terakhir terus mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2025, total kredit yang disalurkan ke sektor UMKM mencapai sekitar Rp1.487 triliun, dengan realisasi KUR sebesar Rp270 triliun.

Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan pembiayaan tidak hanya diukur dari besaran kredit yang disalurkan, tetapi juga dari kemampuan pelaku usaha dalam memasarkan produknya.

“Pengalokasian kredit kepada sektor UMKM tidak bisa hanya sekedar dilihat dari jumlahnya. Karena ada beberapa kondisi pada saat kita bantu UMKM dari sisi pembiayaan sehingga bisa produksi barang, tapi barangnya tidak bisa dijual ke pasar. Dampaknya terjadi kredit macet,” jelas Menteri UMKM.

Ia menambahkan bahwa derasnya arus barang impor menjadi salah satu tantangan bagi produk UMKM dalam menembus pasar domestik. Oleh karena itu, Kementerian UMKM terus mendorong strategi yang mengintegrasikan aspek pembiayaan dengan penguatan pasar, agar pelaku usaha tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan.

Melalui sinergi kebijakan yang kuat antara pembiayaan, akses pasar, dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah optimistis UMKM Indonesia akan semakin berdaya dan mampu menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

x|close