Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mengungkapkan bahwa angka kemiskinan ekstrem di Indonesia pada tahun 2025 mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang digelar di Jakarta pada hari Senin, 27 April 2026, Muhaimin menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi indikator positif dari berbagai program pemerintah yang dijalankan secara terpadu.
“Alhamdulillah, kemiskinan ekstrem berhasil turun. Dari 1,26 persen pada Maret 2024 menjadi 0,78 persen pada September 2025. Sekitar 0,48 persen penduduk miskin ekstrem alhamdulillah telah naik kelas,” kata Menko Muhaimin Iskandar.
Baca Juga: Tindak Lanjut Arahan Presiden, Menko PM: Kemiskinan Ekstrem Mulai Turun
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keberhasilan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga (K/L), serta sinergi dengan pemerintah daerah agar program yang dijalankan lebih efektif dan tepat sasaran.
Kebijakan ini juga merupakan bagian dari pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto, sekaligus implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Baca Juga: Kepala Bakom RI: Buku Saku 0% Semangat Besar Prabowo Hilangkan Kemiskinan di Indonesia
Dalam aturan tersebut, Kemenko Pemberdayaan Masyarakat ditunjuk sebagai koordinator utama untuk memastikan target penurunan kemiskinan ekstrem dapat tercapai.
Instruksi Presiden tersebut melibatkan sebanyak 47 kementerian dan lembaga, serta seluruh pemerintah daerah di Indonesia dalam upaya bersama menanggulangi kemiskinan ekstrem.
Meski demikian, Muhaimin mengakui bahwa masih ada sejumlah tantangan yang harus segera diatasi agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal.
(Sumber: Antara)
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar. ANTARA/HO-Kemenko PM (Antara)