Polda Jateng Gunakan Teknologi 3D untuk Selidiki Kecelakaan KA di Grobogan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mei 2026, 17:30
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Pratama Adhyasastra. ANTARA/I.C. Senjaya Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Pratama Adhyasastra. ANTARA/I.C. Senjaya (Antara)

Ntvnews.id, Semarang - Polda Jawa Tengah menerjunkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) guna membantu penyelidikan kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan sebuah mobil di perlintasan sebidang di Desa Sidorejo, Kabupaten Grobogan, yang menewaskan lima orang pada 1 Mei 2026.

Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Pratama Adhyasastra, di Semarang, Minggu, menjelaskan bahwa olah tempat kejadian perkara (TKP) di perlintasan tanpa palang pintu tersebut telah dilakukan pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Ia menyebut tim TAA memanfaatkan teknologi pemindaian berbasis tiga dimensi (3D) untuk mendokumentasikan kondisi lokasi secara detail dan presisi.

Baca Juga: Eks Komisaris KAI Sebut Double Double Track Solusi Cegah Kecelakaan Kereta

"Teknologi 3D Scanner dapat merekonstruksi secara detail posisi kendaraan, titik benturan, serta kondisi di lokasi kejadian," katanya.

Menurutnya, penggunaan teknologi tersebut memungkinkan analisis dilakukan secara ilmiah, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan pendekatan itu, penyidik diharapkan dapat mengungkap penyebab kecelakaan secara lebih tepat, sekaligus memastikan proses penanganan berjalan cepat, transparan, dan sesuai prosedur.

Baca Juga: Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Dalam peristiwa tersebut, sebuah Toyota Avanza bernomor polisi H-1060-ZP tertabrak KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah barat ke timur di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon.

Dari total sembilan penumpang mobil, lima orang dinyatakan meninggal dunia dalam kejadian yang terjadi pada dini hari tersebut. Dua di antara korban tewas diketahui merupakan anak-anak, termasuk seorang balita.

(Sumber: Antara)

x|close