Megawati Sampaikan Duka atas Kecelakaan Kereta Bekasi, Minta Pembenahan Sistem Perkeretaapian

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Apr 2026, 15:22
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. (ANTARA/HO-PDIP) Presiden Ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. (ANTARA/HO-PDIP) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur serta mendorong adanya perbaikan menyeluruh pada sistem perkeretaapian nasional.

Insiden yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line tersebut mengakibatkan 15 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka.

"Ibu Megawati mengikuti pemberitaan penanganan korban melalui media massa, beliau begitu sedih. Ibu Megawati berdoa bagi seluruh korban kecelakaan, khususnya bagi mereka yang dipanggil Tuhan agar dilancarkan jalannya dan mendapat tempat terbaik di surga," kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto dalam keterangan di Jakarta, Rabu, 29 April 2026.

Baca Juga: 106 Orang Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, 15 Meninggal 91 Luka-luka

Menurut Hasto, Megawati juga memberikan arahan kepada anggota Fraksi PDIP di DPR RI agar memberikan perhatian serius terhadap pembenahan sistem keselamatan kereta api, termasuk melalui rapat kerja dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan pihak terkait.

"Ibu Megawati meminta seluruh anggota Poksi (Kelompok Fraksi) V PDI Perjuangan DPR RI yang dipimpin saudara Lasarus untuk mengadakan rapat guna melakukan pembenahan sistem keamanan, sistem komunikasi dan sistem instrumentasi kereta api," ujarnya.

Ia menambahkan, Megawati berharap peristiwa tersebut menjadi titik balik untuk memperkuat sistem transportasi nasional agar lebih aman dan andal.

"Ke depan kereta api harus menjadi tulang punggung sistem transportasi nasional yang aman, nyaman, tepat waktu, dan memiliki jaminan kualitas pelayanan dan keamanan bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Hasto.

Baca Juga: Korban Meninggal Kecelakaan KA di Bekasi Timur Bertambah, Total Kini 16 Orang

Dalam pernyataan tersebut, Megawati juga mengenang peran penting kereta api dalam sejarah perjuangan bangsa, termasuk pada masa revolusi fisik. Ia mengingat bagaimana sistem perkeretaapian pada masa lalu dijaga secara disiplin oleh petugas Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI).

Selain itu, disebutkan pula bahwa Presiden pertama RI, Soekarno (Bung Karno), memiliki kedekatan dengan dunia perkeretaapian, bahkan pernah bekerja sebagai karyawan kereta api pada masa Hindia Belanda.

(Sumber: Antara)

x|close