Menkomdigi Imbau Warga Bijak Sebarkan Informasi Kecelakaan Bekasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Apr 2026, 11:42
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam wawancara cegat di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, Selasa 28 April 2026. ANTARA/Livia Kristianti. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam wawancara cegat di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, Selasa 28 April 2026. ANTARA/Livia Kristianti. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyebarkan informasi terkait kecelakaan antara kereta api jarak jauh dan KRL di Bekasi Timur.

Ia menekankan pentingnya memastikan kebenaran informasi sebelum dibagikan serta menghindari penyebaran konten yang tidak akurat.

“Kita mengimbau betul tidak ada yang memanfaatkan peristiwa musibah seperti ini. Apalagi untuk menyebarkan hoaks atau berita tidak benar," kata Meutya di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Selasa, 28 April 2026.

Baca Juga: Sidak Kantor Meta, Menkomdigi Meutya Hafid Ultimatum Soal Disinformasi dan Judi Online

Selain itu, Meutya juga mengingatkan agar masyarakat tidak menyebarkan konten yang berpotensi memicu trauma bagi korban maupun keluarga mereka.

Menurutnya, penyebaran informasi yang sensitif justru dapat memperburuk kondisi psikologis pihak yang terdampak.

Ia menegaskan, “Jadi kita betul-betul mengimbau agar penayangan dari peristiwa-peristiwa kecelakaan kereta api yang tidak perlu itu tolong tidak disebarkan secara tidak bertanggung jawab karena kita harus menghormati perasaan para korban dan juga keluarga," kata Meutya.

Lebih lanjut, Meutya menyampaikan keyakinannya bahwa masyarakat Indonesia telah memiliki kesadaran yang cukup baik dalam bermedia digital.

Oleh karena itu, ia berharap imbauan ini dapat dijalankan tanpa perlu intervensi khusus dari pemerintah. Ia menambahkan, “Kita imbau betul bahwa tidak perlu ada intervensi khusus dari Kemkomdigi.

Baca Juga: Meutya Hafid: Roblox dan YouTube Belum Patuh PP Tunas

Ini semuanya atas dasar kemanusiaan, untuk tidak melakukan sharing (berbagi) yang berlebihan, tidak melakukan sharing yang misinformasi, tidak melakukan hal-hal yang kira-kira berdampak tidak baik bagi korban maupun keluarganya," Meutya menutup pernyataannya.

Kecelakaan kereta di Bekasi Timur sendiri terjadi pada Senin, 27 April 2026 malam, melibatkan tabrakan antara kereta api jarak jauh dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Berdasarkan pembaruan data pada Selasa, 28 April 2026 hingga pukul 13.26 WIB, tercatat 15 orang meninggal dunia dan 88 orang lainnya mengalami luka-luka.

(Sumber: Antara)

x|close