Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Picu Keterlambatan hingga 4 Jam

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Apr 2026, 17:57
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Penumpang menunggu keberangkatan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa 28 April 2026. ANTARA/Siti Nurhaliza Penumpang menunggu keberangkatan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa 28 April 2026. ANTARA/Siti Nurhaliza (Antara)


Ntvnews.id,

 Jakarta - Kecelakaan antara kereta rangkaian listrik (KRL) CommuterLine dan kereta diesel jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam menyebabkan gangguan operasional yang berdampak pada keterlambatan perjalanan kereta api jarak jauh hingga empat jam dari jadwal semula.

Salah satu penumpang, Rosmawati (42), mengungkapkan dirinya harus menunggu tanpa kepastian jadwal keberangkatan bersama keluarga untuk menuju Banyuwangi.

"Iya daritadi sama suami dan anak nunggu aja dulu jadwal keberangkatan kereta datang, karena kan semalam ada kecelakaan di Bekasi Timur," kata Rosmawati saat ditemui di Stasiun Bekasi, Selasa, 28 April 2026.

Gangguan tersebut dirasakan luas oleh para penumpang, khususnya yang akan melakukan perjalanan jarak jauh dari wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Dalam tiket yang dimilikinya, kereta dijadwalkan berangkat pukul 12.30 WIB. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan adanya penundaan signifikan akibat dampak kecelakaan tersebut.

Baca Juga: Keluarga Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Masih Menanti Hasil Identifikasi di RS Polri

"Saya mau ke Banyuwangi. Di tiket jadwal 12.30, tapi tadi dengar dari petugas, kereta lain yang harusnya berangkat dari Bekasi jam 08.30 baru jalan jam 13.00," jelas Rosmawati.

Ia memperkirakan keberangkatannya akan tertunda hingga sore hari atau mendekati waktu Magrib, dengan potensi keterlambatan mencapai sekitar empat jam.

"Yang harusnya pagi saja baru datang ini. Kemungkinan saya juga ikut terlambat, empat jam," ucap Rosmawati.

Rosmawati juga mengaku belum memperoleh informasi resmi mengenai jadwal terbaru, sehingga harus mencari informasi secara mandiri.

"Kita harus paham, namanya ada kecelakaan semalam di Bekasi Timur, jadi jadwalnya lambat semua, terlambat semua," ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh penumpang lain, Sri Sulastuti (50), warga Bekasi, yang mengalami ketidakpastian jadwal perjalanan menuju Purwokerto.

"Harusnya jam 13.38 ke Purwokerto, tapi sampai 13.30 ini masih belum jelas. Karena ada kecelakaan, jalurnya jadi agak terganggu," kata Sri.

Meski demikian, Sri menyatakan dapat memahami situasi tersebut sebagai musibah yang tidak dapat diprediksi.

"Menurut saya ini musibah, tidak bisa diprediksi. Jadi kita harus paham. Kalau tidak ada apa-apa, tapi jadwal tidak jelas, baru kita kecewa. Kalau ini kan memang ada musibah semalam," ujar Sri.

Keterlambatan perjalanan ini diduga terjadi akibat terganggunya jalur rel pascakecelakaan, sehingga sejumlah perjalanan kereta harus dijadwalkan ulang atau menunggu jalur kembali normal.

Baca Juga: Karyawan Kompas TV Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan KA di Bekasi

Hingga saat ini, belum ada informasi resmi terkait normalisasi penuh jadwal perjalanan kereta api di lintasan tersebut.

Sementara itu, Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa jumlah korban akibat tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL CommuterLine di Stasiun Bekasi Timur mencapai 15 orang.

"10 jenazah di RS Polri, 3 jenazah di RSUD Bekasi, satu jenazah di RSU Bella, satu jenazah di RS Mitra Keluarga," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 28 April 2026.

Untuk korban luka-luka tercatat sebanyak 76 orang, meskipun rincian jenis luka yang dialami para korban belum disampaikan lebih lanjut.

(Sumber: Antara)

x|close