Kemensos Libatkan BRIN untuk Perkuat Sekolah Rakyat dan Program Pemberdayaan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jul 2026, 11:20
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pertemuan Kementerian Sosial dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta, Rabu (29/7/2026 Pertemuan Kementerian Sosial dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta, Rabu (29/7/2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sepakat menjalin kerja sama untuk memperkuat pelaksanaan program Sekolah Rakyat serta berbagai program pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi tersebut mencakup dukungan riset, pengembangan teknologi, hingga evaluasi terhadap program-program prioritas pemerintah.

Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Prof Nunung Nuryartono mengatakan pihaknya siap mendukung Kemensos melalui jejaring riset yang dimiliki. Dukungan itu meliputi penyusunan kajian kebijakan, pengembangan teknologi, serta evaluasi implementasi berbagai program.

“BRIN siap mendukung Kementerian Sosial. Silakan segera berkirim surat mengenai kebutuhan kajian maupun teknologi yang diperlukan agar dapat segera kami tindak lanjuti bersama,” ujar Prof Nunung di Jakarta, Rabu, 29 juli 2026.

Salah satu fokus utama yang telah dikaji BRIN adalah Sekolah Rakyat, program prioritas Presiden Prabowo Subianto. BRIN menawarkan kajian berbasis bukti (evidence-based policy) untuk mengevaluasi dampak penyelenggaraan program tersebut sekaligus memberikan rekomendasi penyempurnaan kebijakan.

Baca juga:BRIN Dorong Penerapan Virtual Power Plant demi NZE IKN 2045

Kajian itu tidak hanya menilai perkembangan peserta didik, tetapi juga mencakup keseluruhan ekosistem Sekolah Rakyat, mulai dari infrastruktur, kurikulum, tata kelola, hingga berbagai aspek pendukung lainnya.

Di samping riset, BRIN turut menawarkan sejumlah teknologi yang dapat diterapkan di Sekolah Rakyat. Teknologi tersebut meliputi pencarian sumber air, pemanenan air hujan, desalinasi air, daur ulang air, hingga pengelolaan sampah berbasis teknologi.

Salah satu inovasi yang disiapkan adalah teknologi LASAMOR, yakni sistem pengolahan sampah skala rumah tangga yang dapat dimanfaatkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi.

“Pengolahan sampah tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat. Teknologinya sudah tersedia dan siap disinergikan bersama Kementerian Sosial,” katanya.

Baca juga:Kemensos Targetkan 150 Ribu KPM Ikuti Program Pemberdayaan Ekonomi pada 2026

Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo menyatakan bahwa Kemensos telah menjalankan program pemberdayaan berbasis masyarakat melalui Kampung Berdaya Kemensos, termasuk program Kampung Bersih dan Berdaya yang telah dipilotkan di Serang, Bogor, dan Bali.

Menurutnya, inisiatif BRIN selaras dengan program yang telah dijalankan Kemensos. Teknologi pengolahan sampah yang ditawarkan diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi sampah sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Program pemberdayaan berbasis kampung ini sangat sejalan dengan tawaran BRIN. Selama ini kami sudah memulai gerakan Kampung Bersih dan Berdaya, sehingga teknologi pengolahan sampah dari BRIN dapat menjadi penguat agar sampah memiliki nilai ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Agus Jabo menjelaskan, perubahan paradigma Kemensos kini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan sosial, tetapi juga pemberdayaan agar Keluarga Penerima Manfaat mampu keluar dari jerat kemiskinan.

Baca juga:Prabowo: Bila Perlu Anggaran Pertahanan dan Polisi Kita Kurangi Buat Atasi Kemiskinan

Ia menyebutkan, Kemensos saat ini mengemban tiga mandat utama dari Presiden, yaitu pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran, dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan.

Lebih lanjut, Agus Jabo menilai Sekolah Rakyat menjadi prioritas karena mengemban misi memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Keterlibatan BRIN dinilai akan memperkuat pencapaian tujuan tersebut.

“Kalau sejak awal BRIN terlibat melalui riset dan kajian, tentu akan memperkuat Sekolah Rakyat. Hasil riset itu nantinya juga bisa menjelaskan kepada publik bagaimana perubahan yang terjadi pada para siswa serta penyempurnaan kebijakan yang perlu dilakukan ke depan,” katanya.

Selain mendukung Sekolah Rakyat, Kemensos dan BRIN juga membahas peluang kolaborasi dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan teknologi tepat guna bagi kelompok rentan, penguatan ekonomi masyarakat, serta pemanfaatan hasil riset BRIN untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan.

Baca juga:Kunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi Surabaya, Qodari: Fasilitasnya Setara Sekolah Swasta Terbaik

Sebagai tindak lanjut, kedua lembaga sepakat segera menyusun mekanisme kerja sama melalui koordinasi teknis antarsatuan kerja agar berbagai program prioritas dapat segera diimplementasikan.

(Sumber:Antara)

x|close