Keluarga Satpam yang Meninggal di Waduk Jatiluhur Terima Bantuan dari Kemensos

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jul 2026, 11:00
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam konferensi pers terkait rancangan Perpres Tata Kelola Penyelenggaraan KDKMP yang digelar di Jakarta, Selasa (28/7/2026). Arsip - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam konferensi pers terkait rancangan Perpres Tata Kelola Penyelenggaraan KDKMP yang digelar di Jakarta, Selasa (28/7/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kematian tragis Sumarna, seorang petugas keamanan yang ditemukan tewas dengan tangan terborgol di area Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Jumat (24/7), menyisakan duka mendalam.Merespons insiden tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat memberikan pendampingan serta bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Melalui petugas Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, pihak kementerian telah menyambangi rumah duka untuk menemui istri almarhum, Siti Maryam, beserta kedua buah hatinya. Dalam kunjungan itu, petugas menyerahkan bantuan biaya pemakaman secara langsung, sekaligus melakukan pemetaan awal guna mengetahui kebutuhan mendesak keluarga korban.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan bahwa penggalian informasi yang lebih komprehensif masih tertunda mengingat kondisi psikologis keluarga.

“Tim Kementerian Sosial sudah berkunjung ke rumah duka, berdialog dengan keluarga, namun seperti kita ketahui masih dalam suasana duka, sehingga belum bisa dilakukan asesmen secara mendalam,” kata Gus Ipul dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (29/7).

Baca juga:Kemensos Siapkan Mekanisme Baru Penyaluran Bansos Melalui KDMP

Kepergian Sumarna tentu menjadi pukulan telak. Selama kurang lebih 17 tahun, ia mengabdi sebagai satpam di Perum Jasa Tirta 2 dan bertindak sebagai tulang punggung keluarga. Berdasarkan penelusuran awal melalui aplikasi SIKS-NG, sang istri kini tercatat berada pada desil 4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Meski pencari nafkah utama telah tiada, kelanjutan pendidikan kedua anak almarhum dipastikan tetap terjamin. Keduanya tercatat sebagai penerima Program Indonesia Pintar (PIP) dan akan mendapatkan fasilitas beasiswa hingga jenjang perguruan tinggi dari pihak Perum Jasa Tirta 2.

Ke depannya, Kemensos berkomitmen untuk terus mendampingi Maryam dan anak-anaknya. Intervensi lebih lanjut akan disesuaikan dengan hasil asesmen mendalam yang akan segera dilakukan. Dukungan pemberdayaan berupa modal kewirausahaan juga tengah disiapkan agar keluarga tersebut memiliki sumber penghasilan tambahan.

“Tentu kita terus lakukan pendampingan, dan jika diperlukan juga akan diberikan bantuan kewirausahaan sebagai bentuk pemberdayaan bagi keluarga,” kata Gus Ipul.

Baca juga:Kronologi Wanita Ditemukan Tewas Diduga Korban Pembunuhan di Petamburan

Sebelumnya, kasus penemuan jasad Sumarna sempat menggegerkan warga setempat. Korban ditemukan mengambang di area waduk dalam balutan seragam dinas, dengan kondisi kedua tangan terborgol ke belakang. Ia sempat dilaporkan hilang kontak saat sedang menunaikan tugas piket malam, sebelum akhirnya ditemukan oleh rekan kerja dan warga yang melakukan pencarian.

Hingga kini, aparat kepolisian masih berupaya mengurai teka-teki di balik insiden ini. Penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, termasuk menelusuri dugaan tindak pembunuhan serta kemungkinan kaitannya dengan aksi vandalisme yang sempat ditegur oleh almarhum sebelum ia menghilang.

(Sumber:Antara)

 

 

x|close