Ntvnews.id, Jakarta - Sejumlah keluarga korban kecelakaan antara KRL CommuterLine dan KRD jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur masih menunggu kepastian identitas korban di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Salah satu keluarga korban, Wasirin, mengaku hingga kini belum mengetahui keberadaan keponakannya, Vica Acnia Pratiwi, yang diduga menjadi salah satu korban dalam peristiwa tersebut.
"Pastinya, kami berharap dan masih menunggu hasil identifikasi dari rumah sakit di sini (RS Polri)," kata Wasirin saat ditemui ANTARA di RS Polri Kramat Jati, Selasa.
Proses identifikasi korban masih berlangsung melalui posko Disaster Victim Identification (DVI), dengan melibatkan data ante mortem dari pihak keluarga. Wasirin menyebut pihaknya telah menyerahkan sejumlah dokumen untuk membantu proses pencocokan identitas.
"Kami sudah menyerahkan KTP, dan diminta juga ijazah untuk membantu pengecekan sidik jari. Sekarang masih menunggu hasilnya," jelas Wasirin.
Ia mengungkapkan bahwa keluarga mulai khawatir setelah tidak mendapat kabar dari Vica sejak Senin malam, bertepatan dengan waktu terjadinya kecelakaan. Upaya menghubungi korban tidak membuahkan hasil.
Baca Juga: RS Polri Kramat Jati Hadapi Kendala Identifikasi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
"Keluarga di Bekasi sudah coba menghubungi sejak malam, tapi tidak ada balasan sama sekali. Akhirnya saya diminta ke sini untuk memastikan,” ujar Wasirin.
Setibanya di RS Polri, ia diarahkan ke bagian forensik sebelum diminta melengkapi data ante mortem yang nantinya akan dicocokkan dengan data post mortem dari jenazah yang sedang diidentifikasi.
“Kami masih menunggu, apakah dari korban yang ada ini termasuk keponakan saya atau bukan. Belum ada kepastian sampai sekarang,” ucapnya.
Pihak keluarga sebelumnya juga telah melakukan pencarian ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi, namun tidak menemukan nama Vica dalam daftar korban yang dirawat.
“Kami sudah cek di rumah sakit di Bekasi, tidak ada. Jadi kami menduga kemungkinan ada di sini, tapi masih menunggu kepastian dari tim,” katanya.
Di tengah proses tersebut, keluarga juga menghadapi situasi emosional yang berat. Orang tua Vica masih dalam perjalanan menuju Jakarta setelah sebelumnya berada di kampung halaman untuk melayat anggota keluarga yang meninggal dunia.
Baca Juga: Basarnas Tuntaskan Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Kurang dari 12 Jam
"Orang tuanya masih di jalan menuju ke sini. Mereka sebelumnya sedang melayat karena ada keluarga yang meninggal,” tutur Wasirin.
Hingga kini, keluarga hanya bisa berharap proses identifikasi segera selesai dan memberikan kepastian.
"Kami hanya bisa menunggu hasilnya. Semoga bukan termasuk korban," ucap Wasirin.
RS Polri Kramat Jati sendiri telah menerima 10 kantong jenazah sejak Selasa dini hari. Selain itu, tujuh keluarga korban telah melapor ke posko DVI untuk membantu proses identifikasi.
(Sumber: Antara)
Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati membuka posko identifikasi korban (Disaster Victim Identification/DVI) untuk menerima data dan laporan keluarga korban kecelakaan antara kereta CommuterLine dan Kereta Diesel (KRD) jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur di Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza (Antara)