Respons Tegas Kirana Larasati soal Kasus Maling Ayam di Bali: Stop Meromantisasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jul 2026, 11:29
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Kirana Larasati Kirana Larasati (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Aktris Kirana Larasati mendadak menjadi sorotan publik setelah melontarkan pernyataan tajam terkait kasus tewasnya seorang pria berinisial KD di Kabupaten Tabanan, Bali. KD meregang nyawa setelah diduga menjadi korban pengeroyokan massa akibat tepergok mencuri ayam.

Pernyataan Kirana ini memicu perdebatan hangat di jagat maya. Pasalnya, opini sang aktris dinilai berseberangan dengan arus utama netizen yang tengah dibalut rasa simpati mendalam terhadap keluarga korban, terutama setelah video viral yang memperlihatkan anak perempuan korban menangisi jenazah ayahnya.

Peristiwa tragis ini bermula di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan. KD diduga tertangkap tangan saat mencoba mencuri ayam milik salah seorang warga. Aksi tersebut kemudian memicu kemarahan massa yang berujung pada tindakan main hakim sendiri hingga menyebabkan KD meninggal dunia.

Simpati publik meluas ketika rekaman video yang memperlihatkan kesedihan anak korban beredar luas di media sosial. Banyak pihak merasa tersentuh oleh sisi kemanusiaan dan nasib sang anak yang kini harus kehilangan tulang punggung keluarga.

Namun, melalui akun Threads miliknya pada 30 Juli 2026, Kirana Larasati menyuarakan sudut pandang yang berbeda. Ia mengimbau masyarakat untuk melihat kasus ini secara objektif dan tidak melupakan akar permasalahannya, yakni tindak pidana pencurian.

"Kata aku sih stop meromantisasi hidup maling. Maling uang rakyat juga banyak. Cuma gak bisa kena gebuk warga aja," tulis Kirana secara lugas, 30 Juli 2026.

Menurut Kirana, besarnya simpati publik yang dipicu oleh video dramatis tersebut seolah-olah mengaburkan fakta bahwa ada tindakan kriminal yang menjadi pemicu awal insiden tersebut. Ia menekankan bahwa kejahatan tetaplah kejahatan, terlepas dari bagaimana akhir ceritanya dikemas di media sosial.

Lebih lanjut, Kirana juga menyoroti argumen mengenai kesulitan ekonomi yang seringkali dijadikan alasan pembenar atas tindakan pencurian. Baginya, kondisi sulit bukanlah lampu hijau untuk melanggar hukum.

"Ngomongin hidup susah, yang susah juga banyak. Tapi banyak yang milih gak jadi maling. Ngomongin anak, yang lain menderita juga banyak. Cuma gak ketangkep kamera aja, lensanya bagus pula. Dramatis. Kayak di film," pungkasnya.

Pernyataan Kirana Larasati ini langsung menuai beragam reaksi. Di satu sisi, sebagian netizen sependapat bahwa tindakan main hakim sendiri memang salah secara hukum, namun tindakan mencuri juga tidak boleh dibenarkan. Di sisi lain, tak sedikit yang mengkritik Kirana karena dinilai kurang berempati terhadap tragedi kemanusiaan yang menimpa keluarga korban, terutama sang anak yang tidak berdosa.

Kasus ini kini menjadi pengingat bagi publik mengenai dua isu krusial yang sering berbenturan di Indonesia: penegakan hukum terhadap tindak kriminal kecil serta bahaya tindakan main hakim sendiri (mob justice) yang kerap berakhir dengan hilangnya nyawa.

x|close