Ntvnews.id, Lebak, Banten - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN memprioritaskan perbaikan hunian bagi keluarga risiko stunting (KRS) di Kabupaten Lebak, Banten, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup dan menekan angka stunting.
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji mengungkapkan bahwa hasil peninjauan terhadap sejumlah keluarga menunjukkan adanya persoalan mendasar, seperti ketiadaan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), sanitasi yang tidak layak, hingga penataan ruang yang tidak sehat, termasuk jarak dapur yang terlalu dekat dengan area pembuangan.
"Sebagai langkah konkret, pemerintah memberikan bantuan pembangunan rumah senilai Rp40 juta untuk masing-masing KRS. Intervensi ini ditujukan untuk memperbaiki faktor lingkungan yang berkontribusi terhadap risiko stunting," katanya.
Baca Juga: Wihaji: Akses Pendidikan Kunci Cegah Pernikahan Dini dan Stunting
Ia menegaskan bahwa pendekatan langsung ke lapangan menjadi strategi utama pemerintah dalam menangani persoalan stunting, terlebih prevalensi di wilayah Lebak masih tergolong tinggi, yakni sekitar 32 persen.
"Presiden meminta kita tidak banyak seminar, tidak banyak diskusi, tetapi turun ke lapangan dan menyelesaikan masalah," ucap Wihaji.
Selain intervensi perbaikan hunian, pemerintah juga memastikan pemenuhan kebutuhan gizi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi kelompok rentan yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Wihaji menekankan bahwa upaya penanganan stunting harus dimulai sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan, dengan dukungan pendampingan melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) agar intervensi lebih tepat sasaran.
Baca Juga: Wihaji Tegaskan Program MBG Jadi Kunci Tekan Risiko Stunting di Indonesia
"Jangan sampai program yang ada tidak tepat sasaran. Kita pastikan distribusinya benar dan berdampak," tuturnya.
Pemerintah berharap langkah berbasis intervensi langsung terhadap keluarga risiko stunting ini mampu mempercepat penurunan angka stunting, khususnya di daerah dengan tingkat prevalensi tinggi seperti Kabupaten Lebak.
(Sumber: Antara)
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (paling kanan) memberikan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni bagi keluarga risiko stunting di Lebak, Banten, pada Kamis (30/4/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari/aa. (Antara)