BGN Bentuk Tim Optimalisasi MBG agar Tepat Sasaran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Apr 2026, 17:50
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Sejumlah siswa menunjukkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 1 Bojongleles, Lebak, Banten, Senin (23/2/2026). Pemerintah tetap mendistribusikan paket MBG selama bulan suci Ramadhan yang dikhususkan bagi siswa untuk dibawa pulang sebagai menu berbuka puasa guna memastikan pemenuhan gizi anak serta mendukung program percepatan penurunan angka stunting. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/YU Sejumlah siswa menunjukkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 1 Bojongleles, Lebak, Banten, Senin (23/2/2026). Pemerintah tetap mendistribusikan paket MBG selama bulan suci Ramadhan yang dikhususkan bagi siswa untuk dibawa pulang sebagai menu berbuka puasa guna memastikan pemenuhan gizi anak serta mendukung program percepatan penurunan angka stunting. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/YU (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) membentuk tim optimalisasi penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan bantuan tepat sasaran sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya kepada kelompok yang membutuhkan perbaikan gizi.

Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menyampaikan bahwa pembentukan tim tersebut dilakukan setelah dirinya melakukan inspeksi mendadak dan investigasi di sejumlah sekolah serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mengevaluasi pelaksanaan program.

"Saya seizin Kepala BGN, Pak Dadan Hindayana, kemudian membentuk tim optimalisasi untuk penyaluran MBG agar tepat sasaran, yang terdiri atas tim investigasi di bawah saya, kedeputian promosi dan kerja sama, serta kedeputian pemantauan dan pengawasan (tauwas)," ujar Nanik.

Ia menjelaskan bahwa tim tersebut saat ini mulai melakukan penyisiran penerima manfaat di wilayah DKI Jakarta dan akan diperluas ke daerah lainnya secara bertahap.

Baca Juga: BGN: Digitalisasi Jaga Desa Tingkatkan Akuntabilitas Program MBG

Nanik juga menyebutkan adanya penyesuaian sasaran penerima manfaat di lingkungan sekolah. Ia menegaskan bahwa sekolah dengan kategori tertentu akan dievaluasi kembali terkait penyaluran program MBG.

"Dengan demikian, MBG akan diberikan kepada sekolah-sekolah yang siswanya memang mau menerima dan membutuhkan. Melalui penyisiran penerima manfaat ini, BGN bisa menggunakan anggaran dengan efisien, sekaligus menghindari pemborosan uang negara, karena MBG menjadi sampah makanan (food waste) akibat tidak dimakan siswa," paparnya.

Dalam kunjungannya ke sejumlah sekolah di Jakarta, Nanik mengaku menemukan adanya makanan yang tidak dikonsumsi oleh siswa karena berbagai alasan, termasuk kejenuhan terhadap menu yang disajikan.

"Beberapa hari saya sengaja keliling ke beberapa sekolah di Jakarta, agak nano-nano alias sedih melihat beberapa ompreng ternyata tidak dimakan dengan alasannya 'bosan lauknya telur terus', kata anak-anak SD di Jakarta Utara itu. Ada juga alasannya lebih enak makan di kantin," ucap Nanik.

Baca Juga: MBG Jangkau 27 Ribu SPPG, Serapan Anggaran Capai Rp60 Triliun

Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah pihak, termasuk anggota DPR, memberikan masukan agar penyaluran MBG tidak difokuskan pada sekolah dengan kondisi ekonomi siswa yang tergolong mampu.

Selain itu, Nanik menuturkan bahwa terdapat aspirasi dari kepala daerah terkait efektivitas program di sekolah swasta elit.

"Mereka mengatakan mubazir, karena tidak dimakan, dan kadang dibawa pulang lalu dikasih ke asisten rumah tangganya," ucap Nanik.

BGN berharap melalui evaluasi dan optimalisasi ini, penyaluran MBG dapat lebih efisien, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan gizi anak sekolah yang membutuhkan.

(Sumber: Antara)

x|close