BGN: Program MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan, Tapi Ubah Pola Pikir Gizi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Apr 2026, 19:42
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Guru membagikan Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada siswa saat sekolah diliburkan akibat bangunan ambruk di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Falah, Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/rwa. Guru membagikan Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada siswa saat sekolah diliburkan akibat bangunan ambruk di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Falah, Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/rwa. (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada pembagian makanan, tetapi juga bertujuan mengubah pola pikir masyarakat terkait pentingnya gizi seimbang.

"Harus ditanamkan bahwa semua anak Indonesia berhak mendapatkan makanan bergizi. Namun, dalam pelaksanaannya, karena melibatkan mitra, kita tidak bisa langsung memprioritaskan kelompok tertentu saja. Maka, saat ini, kami siap mengoperasionalkan sekitar 900 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah terpencil," kata Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 17 April 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas arahan Prabowo Subianto yang menginginkan agar program MBG lebih difokuskan kepada anak-anak yang mengalami kekurangan gizi.

Baca Juga: BGN: 65 Persen Masyarakat Butuh Program Makan Bergizi Gratis

Sony menegaskan bahwa pihaknya telah mengingatkan seluruh mitra serta SPPG agar sebelum menyasar peserta didik, perhatian terhadap asupan gizi lebih dahulu diberikan kepada kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Ia juga menyebutkan bahwa perubahan pola pikir masyarakat terkait gizi mulai terlihat secara nyata.

Setiap pagi, lanjutnya, masyarakat di berbagai wilayah Indonesia—mulai dari Aceh hingga Papua, baik di desa maupun kota besar—kini semakin memahami pentingnya makanan bergizi bagi anak.

"Harus lengkap karbohidrat, protein, serat, dan vitamin. Yang dulu hanya dipikirkan sebagian kecil orang, sekarang hampir seluruh masyarakat Indonesia memperhatikan apa yang dimakan anak-anaknya," katanya.

Baca Juga: BGN Tegaskan Prioritas Program MBG untuk Ibu dan Balita, Bukan Hanya Siswa

Selama satu tahun pelaksanaan program MBG, Sony menilai keterlibatan masyarakat berjalan efektif dan bahkan menunjukkan percepatan yang signifikan.

"Anak-anak semakin banyak mendapatkan manfaatnya dan yang paling penting adalah tumbuhnya ekonomi lokal," ucap Sony.

(Sumber: Antara)

x|close