BPOM dan Mendukbangga Bersinergi Berantas Peredaran Obat Keras di Kalangan Remaja

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Apr 2026, 12:55
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Wihaji (Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga) Taruna Ikrar (Kepala BPOM) Wihaji (Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga) Taruna Ikrar (Kepala BPOM) (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Taruna Ikrar beserta Wihaji Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) melakukan pertemuan pada Selasa pagi, 28 April 2026, di kantor BPOM, Jakarta Pusat. 

Keduanya sepakat untuk segera menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Sektor Kesehatan (KKSK) Triwulan I Tahun 2026. Tindak lanjut KKSK tersebut difokuskan pada pembahasan lanjutan di antaranya mengenai pangan bergizi untuk keluarga serta upaya mencegah penggunaan obat-obatan tertentu yang dapat menghancurkan masa depan keluarga.

"Kementerian Kesehatan, BPJS kesehatan, dan BPOM serta Mendukbangga, menyelesaikan beberapa hal mengenai isu kesehatan. Bahwa Kemendukbangga dan BPOM bisa bersinergi dalam penanganan kesehatan mental khususnya kesehatan mental remaja," tutur Wihaji selaku Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga di kantor BPOM, Jakarta Pusat, 28 April 2026.

Taruna Ikrar (Kepala BPOM), Wihaji (Mendukbangga) <b>(NTVNews)</b> Taruna Ikrar (Kepala BPOM), Wihaji (Mendukbangga) (NTVNews)

Berdasarkan hasil survei dan data yang ada di Kemendukbangga, terdapat 34,9 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental dan total 55 persen nyaris terindikasi gangguan jiwa.

"Ada data 34,9 persen remaja kita dari sekitar 46 juta keluarga yang punya anak remaja dari itu 34,9 persen mengalami gangguan kesehatan mental. Dari gangguan kesehatan mental 55 persen yang mengarah tindak lanjut ke gangguan jiwa," sahutnya.

Kedepannya, Wihaji dan Taruna Ikrar berencana untuk menggelar acara bersama yang mengedukasi masyarakat, khususnya remaja untuk sadar dan menjauhi obat-obatan keras.

"Dalam hal ini programnya salah satunya, lari kepada penyalahgunaan obat. Karena obat di wilayah BPOM makanya kita sampaikan ke prof. Taruna untuk bikin acara bersama sehingga 46 juta remaja ke depan diharapkan menjauhi dan jangan sampai terlibat dalam penyalahgunaan obat-obatan yang merusaknya,"

"Harapannya remaja-remaja Indonesia ini akan baik-baik saja dan kita akan jaga betul termasuk pencegahan bersama BPOM," jelasnya.

Hal lain yang dibahas dalam pertemuan Mendukbangga dan BPOM ini yakni terkait program MBG (Makan Bergizi Gratis) untuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Dimana keduanya bertukar ilmu soal kandungan dan rekomendasi makanan yang cocok dikonsumsi untuk ketiga penerima MBG tersebut.

"Kementerian kita ada tugas baru mendistribusikan mbg khusus ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Kita minta rekomendasi dari BPOM untuk gizi-gizi yang pas bagi ibu hamil ibu menyusui dan balita. Sehingga nantinya tidak ada masalah terkait makanan di kemudian hari," pungkasnya.

Baca Juga: BPOM dan BPS Perkuat Sinergi untuk Sensus Ekonomi 2026

x|close