Ntvnews.id
Berdasarkan data Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, angka kematian ibu di Indonesia masih berada di kisaran 189 per 100 ribu kelahiran hidup, yang menjadikannya salah satu yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menyampaikan di Jakarta, Selasa, 21 April 2026, bahwa upaya menuju visi Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga, khususnya peran ibu.
Baca Juga: Peringatan Hari Kartini 21 April 2026, Megawati Soroti Peran Strategis Perempuan
Untuk itu, Kemendukbangga terus menjalin kolaborasi dengan berbagai kementerian, lembaga, serta pemangku kepentingan guna menekan AKI dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui sejumlah program dan inisiatif.
"Dan kalau kita lihat program-program seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG) ini juga adalah upaya untuk bisa mendeteksi sejak dini," ujarnya.
Selain itu, Kemendukbangga juga bekerja sama dengan POGI dalam meningkatkan edukasi kesehatan serta kompetensi tenaga di lapangan.
Dalam momentum tersebut, Wamendukbangga juga mengapresiasi peluncuran Rumah Perempuan Indonesia (R-PRIN) oleh POGI pada Hari Kartini.
Program ini berfungsi sebagai pusat terpadu untuk edukasi, layanan, serta pemberdayaan perempuan.
Menurutnya, perempuan yang berdaya menjadi fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa yang lebih baik.
Kemendukbangga juga mendorong berbagai inisiatif untuk memperkuat kualitas keluarga dan menekan AKI serta AKB, salah satunya melalui edukasi kepada remaja terkait perencanaan kehamilan.
Baca Juga: Menteri PPPA: Tantangan Kesetaraan Gender Masih Besar di Hari Kartini 2026
"Pentingnya untuk merencanakan kehamilan. Kita bicara bukan berarti kemudian mereka melakukan kehamilan di luar nikah, bukan seperti itu. Tapi dengan adanya pengetahuan dan edukasi sejak remaja, mereka jadi tahu apa-apa saja yang harus dilakukan dan direncanakan," kata Wamendukbangga.
Selain itu, penguatan pola pengasuhan dalam keluarga juga menjadi perhatian, termasuk melalui program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang bertujuan memperkuat peran ayah dalam keluarga.
"Kolaborasi antara ayah dan ibu di rumah sejak awal dan sejak dini dimulai dari keluarga, inilah yang kemudian bisa nantinya membentuk anak-anak Indonesia tidak hanya remaja-remaja putri tapi remaja-remaja putra juga bisa paham tentang apa yang menjadi kebutuhan perempuan," kata Wamendukbangga Isyana Bagoes Oka.
(Sumber: Antara)
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka di Jakarta, Selasa (21/4/2026). ANTARA/Mecca Yumna. (Antara)