Ntvnews.id, Singapura – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI terus mendorong penguatan kerja sama internasional serta inovasi di sektor kesehatan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, ke Singapura pada Selasa, 21 April 2026.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi Indonesia sebagai otoritas regulasi yang diakui dunia, khususnya setelah meraih status WHO-Listed Authority (WLA) pada Desember 2025.
Dalam agenda kunjungan tersebut, Taruna Ikrar melakukan pertemuan dengan sejumlah lembaga penting, seperti Agency for Science, Technology, and Research, Singapore General Hospital, serta Duke-NUS Centre of Regulatory Excellence. Selain itu, ia juga tampil sebagai pembicara dalam kuliah umum Global Health Public Lecture di National University of Singapore.
Dalam kesempatan tersebut, Taruna menyampaikan materi bertajuk Elevating Indonesia as a Trusted Global Authority through WHO Listed Authority (WLA). Ia menekankan bahwa pencapaian status WLA tidak terlepas dari penguatan sistem regulasi yang berbasis ilmu pengetahuan dan kolaborasi global.
“Kunjungan ini mencerminkan komitmen bersama dalam memajukan kesehatan masyarakat melalui penguatan sistem regulasi, pembelajaran berkelanjutan, serta kolaborasi internasional yang bermakna,” ujar Taruna Ikrar, dikutip dari keterangannya, Kamis, 23 April 2026.
Baca Juga: Penyalahgunaan Ketamin Melonjak, BPOM Ambil Tindakan
Kuliah umum tersebut dilanjutkan dengan diskusi panel bersama Michelle Cheng dari Pharmaceutical Society of Singapore (PSS). Pembahasan berfokus pada harmonisasi regulasi di kawasan ASEAN guna memperluas akses terhadap produk kesehatan yang aman dan bermutu. Selain itu, diskusi juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pengawasan ketat dan percepatan akses, terutama dalam kondisi darurat kesehatan.
Dalam pertemuan dengan pimpinan CoRE Duke-NUS, BPOM turut membahas penguatan kerja sama dalam peningkatan kapasitas regulasi, termasuk pengembangan sistem pengawasan vaksin.
“Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk menegaskan kembali kemitraan yang telah terjalin serta menyelaraskan prioritas strategis ke depan,” tambah Taruna.
Kunjungan kemudian berlanjut ke A*STAR, lembaga riset nasional Singapura yang berperan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di sana, Taruna bertemu dengan jajaran Biomedical Research Council untuk membahas pengembangan Advanced Therapy Medicinal Products (ATMP). BPOM sendiri telah menyiapkan regulasi melalui Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2025 serta memperkuat mekanisme investigational new drug (IND) guna mempercepat inovasi obat.
“Kami menantikan diskusi yang produktif lebih lanjut dengan A*STAR terkait berbagai bidang kepentingan bersama, khususnya dalam pengembangan produk terapi lanjutan,” ungkapnya.
Baca Juga: BPOM dan Kemenkes Perkuat Regulasi Juga Inovasi Kesehatan, IGRA Jadi Sorotan
Taruna juga menyampaikan bahwa saat ini Indonesia memiliki lima fasilitas sel punca bersertifikat Good Manufacturing Practice (GMP), serta puluhan fasilitas lain yang masih dalam tahap pendampingan regulatori. Ia menilai kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah menjadi kunci dalam mempercepat inovasi kesehatan.
Pihak A*STAR pun mengapresiasi pendekatan yang diterapkan BPOM, terutama model kolaborasi Academia-Business-Government (ABG) yang dinilai sejalan dengan upaya mereka dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi.
Selanjutnya, dalam kunjungan ke SGH, Taruna Ikrar berdiskusi dengan pihak SingHealth mengenai penerapan sistem kesehatan berbasis bukti, termasuk penguatan farmakovigilans dan pemanfaatan data klinis dalam pengambilan kebijakan.
“Kami memandang SGH sebagai pusat unggulan di kawasan, khususnya dalam pendekatan terintegrasi antara layanan klinis, riset, serta penggunaan produk medis yang aman dan efektif,” pungkas Taruna Ikrar.
Melalui rangkaian kunjungan ini, BPOM menegaskan komitmennya untuk terus membangun sistem regulasi yang adaptif, transparan, dan berbasis bukti ilmiah. Selain memperluas jejaring kerja sama internasional, langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi berkelanjutan dalam menghadapi tantangan kesehatan global sekaligus meningkatkan kualitas sistem kesehatan nasional.
BPOM melakukan kerja sama internasional dan mendorong inovasi kesehatan (BPOM)