Ntvnews.id, Jakarta - Penyalahgunaan ketamin kini jadi tren di kalangan anak muda. Zat yang seharusnya menjadi obat bius di meja operasi, kini justru beralih fungsi menjadi tren halusinasi berbahaya.
Atas kondisi ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan mengambil tindakan. Yakni dengan memutus rantai distribusi yang bocor ke pasar gelap.
Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kepala BPOM Taruna Ikrar mengungkap data distribusi ketamin ke jalur farmasi melonjak sangat tajam dan dicurigai kuat mengalir ke tangan yang salah.
Yakni pada tahun 2022 mencapai 134.000 distribusi. Lalu, tahun 2023 naik menjadi 235.000 distribusi. Sementara tahun 2024, meledak hingga 440.000 distribusi.
"Khusus ketamin, kami lihat periode 2022-2024 mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Ini yang kami waspadai sebagai tren penyalahgunaan," ujar Taruna di Gedung DPR, Jakarta, Senin, 20 April 2026.
Karenanya, BPOM resmi menerbitkan Peraturan Nomor 12 tentang Obat-obat Tertentu. Aturan tersebut memperketat pengawasan jalur distribusi dari pabrik hingga ke apotek. Sehingga, tak ada lagi celah bagi oknum untuk menjual ketamin secara bebas.
Kepala BPOM Taruna Ikrar. (NTVNews.id)