Ntvnews.id, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menilai kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi langkah strategis untuk mempercepat sinergi riset dalam menghadapi perkembangan zat psikoaktif baru (new psychoactive substances/NPS) yang kian dinamis.
Dalam audiensi yang berlangsung di Jakarta, Kepala BNN Suyudi Ario Seto mengungkapkan bahwa pertumbuhan jenis narkotika baru terjadi sangat cepat, baik di tingkat global maupun nasional.
"Secara global telah teridentifikasi lebih dari 1.300 jenis NPS, sementara di Indonesia sendiri telah terindikasi sebanyak 115 jenis,” kata Komjen Pol. Suyudi, seperti dikutip dari keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara BNN dan BRIN diarahkan untuk memperkuat riset serta pemanfaatan teknologi dalam merespons ancaman narkotika yang semakin kompleks. Kerja sama ini juga diharapkan dapat mendukung proses sertifikasi bahan baku lokal untuk kebutuhan medis dan industri, dengan melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Selain itu, sinergi antarlembaga tersebut ditujukan untuk memastikan aspek keamanan, kualitas, serta manfaat produk yang dihasilkan bagi masyarakat luas. Upaya ini sekaligus mendukung pengembangan industri farmasi nasional yang lebih mandiri.
Baca Juga: Infografik: BNN Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Obat Keras Tramadol
Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung BNN melalui riset yang lebih mendalam, termasuk pengembangan teknologi deteksi dini terhadap senyawa narkotika baru.
“Kami siap menopang BNN melalui kajian teknis yang lebih spesifik, termasuk pemantauan kandungan senyawa pada tanaman serta pengembangan instrumen deteksi dini terhadap senyawa narkotika baru,” ujar Arif.
Ia menambahkan bahwa BRIN memiliki fasilitas riset yang kompetitif di kawasan Asia Tenggara, yang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat proses identifikasi serta analisis senyawa secara lebih akurat dan efisien.
Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga juga membahas perluasan kerja sama lintas sektor, mulai dari kesehatan hingga bidang teknologi seperti elektronika dan informatika. Fokus utama lainnya adalah penguatan ketahanan kesehatan nasional dengan mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat.
Baca Juga: BNN Tak Temukan Liquid Narkotika di Vape Legal
Indonesia sendiri memiliki potensi besar dengan lebih dari 31 ribu spesies tumbuhan yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku farmasi. Namun, pemanfaatannya tetap memerlukan pengawasan ketat agar tidak disalahgunakan, terutama untuk tanaman yang mengandung zat narkotika.
Karena itu, kedua pihak sepakat bahwa riset yang komprehensif dan terukur menjadi kunci dalam memastikan pemanfaatan sumber daya tersebut tetap sesuai untuk kepentingan medis dan ilmu pengetahuan. Ke depan, BNN dan BRIN berkomitmen menindaklanjuti kerja sama ini melalui langkah teknis yang berkelanjutan.
(Sumber: Antara)
Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto (kiri) dalam audiensi bersama dengan Kepala BRIN Arif Satria (kanan), di Jakarta, Rabu (15/4/2026). (ANTARA/HO-BNN RI) (Antara)