Ntvnews.id, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan bahan aditif industri berupa xanthan gum guna meningkatkan efisiensi dalam proses produksi minyak dan gas di Indonesia. Inovasi ini diharapkan mampu mendukung kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
Kepala BRIN, Arif Satria, dalam kegiatan BRIN Goes To Industry III di Jakarta, Kamis, menegaskan pentingnya substitusi bahan impor melalui inovasi dalam negeri.
"Kita ingin mencoba menggantikan produk impor yang saat ini kita gunakan," katanya.
Arif juga menyoroti tingginya konsumsi minyak nasional yang mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh membuat Indonesia bergantung sepenuhnya pada pasokan energi dari luar negeri.
Baca Juga: BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia
Ia menjelaskan bahwa BRIN telah berhasil menguasai proses produksi xanthan gum secara mandiri. Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar hasil riset tidak berhenti di tahap laboratorium, melainkan dapat dikembangkan hingga skala industri dan masuk ke pasar.
"Jangan sampai BRIN melakukan riset, kemudian itu murni hanya imajinasi, peneliti, kemudian ketika sudah selesai, industri tidak memerlukan ternyata. Itulah yang kita hindari," ucap Arif Satria.
Sebagai informasi, xanthan gum merupakan bahan dengan fungsi penting sebagai pengental, pengemulsi, serta pengontrol viskositas yang banyak digunakan di berbagai sektor industri. Dalam sektor energi, khususnya kegiatan pengeboran minyak, bahan ini berperan sebagai aditif untuk menjaga kestabilan fluida, mencegah penyumbatan pipa, serta meningkatkan efisiensi operasional.
Baca Juga: Kepala BRIN Dorong Inovasi Teknologi untuk Hadapi Krisis Air dan Energi
Produk xanthan gum hasil pengembangan BRIN hadir dalam bentuk bubuk berwarna krem kecokelatan yang stabil, mudah mengalir, dan aman digunakan. Karakteristik tersebut membuatnya mudah diaplikasikan di berbagai lini produksi.
Dengan keunggulan sifat reologi yang dimiliki, inovasi ini membuka peluang besar untuk kolaborasi antara lembaga riset dan industri. Diharapkan, sinergi tersebut dapat memperkuat rantai pasok nasional sekaligus mendorong inovasi berkelanjutan di sektor energi.
(Sumber: Antara)
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria dalam kegiatan BRIN Goes To Industry III di Jakarta, Kamis (16/4/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad (Antara)