BRIN Jajaki Kerja Sama Riset Global dengan Russian Academy of Sciences

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Apr 2026, 18:00
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora BRIN, Muhammad Najib Azca (kiri) dan Direktur Institute of China and Contemporary Asia, Russian Academy of Sciences Kirill Babaev (kanan) dalam pertemuan di Gedung Widya Graha BRIN, Jakarta, Selasa (31/3/2026). ANTARA/HO-BRIN Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora BRIN, Muhammad Najib Azca (kiri) dan Direktur Institute of China and Contemporary Asia, Russian Academy of Sciences Kirill Babaev (kanan) dalam pertemuan di Gedung Widya Graha BRIN, Jakarta, Selasa (31/3/2026). ANTARA/HO-BRIN (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional membuka peluang kerja sama internasional dalam riset kewilayahan global dengan Russian Academy of Sciences, sekaligus memperkuat kolaborasi strategis di bidang sosial, humaniora, dan kajian wilayah.

Langkah ini dibahas dalam pertemuan kedua lembaga yang berlangsung di Gedung Widya Graha BRIN, Jakarta, pada Selasa, 31 Maret 2026.

Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora BRIN, Muhammad Najib Azca, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi momentum awal untuk memperdalam pemahaman terhadap fokus riset masing-masing pihak.

Baca Juga: BRIN Ungkap Benda Langit Viral di Lampung Adalah Sampah Antariksa

"Pertemuan ini menjadi kesempatan yang baik untuk saling memahami fokus riset masing-masing. Ke depan, tentu diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih konkret," kata Najib dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 4 April 2026.

Ia menilai bahwa kolaborasi lintas negara menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas serta daya saing riset nasional. Interaksi antarpeneliti internasional dinilai mampu membuka ruang pertukaran perspektif, metode, dan praktik terbaik dalam menghasilkan pengetahuan yang lebih komprehensif.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Pusat Riset Kewilayahan BRIN, Fadjar Ibnu Thufail, yang menilai kunjungan tersebut sebagai langkah awal untuk membangun komunikasi ilmiah yang berkelanjutan sekaligus menyelaraskan agenda riset kedua institusi.

Baca Juga: BRIN Kembangkan Teknologi Karbon Aktif Beriradiasi Gamma untuk Atasi Limbah Logam Berat

"Kami mengapresiasi kunjungan dan keterbukaan para peneliti Russian Academy of Sciences. Dialog ini penting untuk menemukan titik temu kepentingan riset, khususnya dalam pengembangan wilayah berkelanjutan, dinamika kawasan, serta pendekatan interdisipliner," ujarnya.

Fadjar menambahkan bahwa kerja sama di masa depan diharapkan tidak hanya berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi berkembang menjadi penelitian bersama, publikasi kolaboratif, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui mobilitas peneliti dan forum ilmiah internasional.

Sementara itu, perwakilan Russian Academy of Sciences, Kirill Babaev, menilai pertemuan tersebut sebagai awal yang positif dalam membangun kemitraan riset yang saling menguntungkan.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama internasional untuk memahami dinamika kawasan Asia yang terus berkembang, baik dari aspek ekonomi, sosial, maupun geopolitik.

"Kami sangat menghargai kesempatan untuk berdiskusi dengan para peneliti BRIN. Ini merupakan langkah awal yang baik untuk mengeksplorasi potensi kerja sama di masa depan," tutur Kiriil Babaev.

(Sumber: Antara)

x|close