BRIN Kembangkan Simulator Gelombang Laut Berbasis AI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Apr 2026, 15:30
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan sistem kendali simulator gelombang laut berbasis kecerdasan buatan (AI). ANTARA/HO-BRIN Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan sistem kendali simulator gelombang laut berbasis kecerdasan buatan (AI). ANTARA/HO-BRIN (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Satelit (PRTS) dan Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) mengembangkan sistem kendali simulator gelombang laut berbasis kecerdasan buatan (AI).

Ketua Kelompok Riset Teknologi Bangunan Kelautan dan Lepas Pantai PRTH BRIN, Wibowo Harso Nugroho, menjelaskan inovasi ini hadir untuk mengatasi keterbatasan pengujian teknologi maritim yang selama ini harus dilakukan langsung di laut.

"Pengujian di laut memiliki tantangan besar, baik dari sisi biaya maupun kompleksitas operasional. Dengan simulator ini, kami dapat mereplikasi kondisi gelombang secara akurat di laboratorium, sehingga riset dapat dilakukan lebih efisien dan terkontrol," kata Wibowo dalam keterangan di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.

Ia memaparkan, sistem yang dikembangkan bekerja dengan mengubah model gelombang laut menjadi lintasan gerak melalui proses trajectory generation.

Baca Juga: BRIN Jajaki Kerja Sama Riset Global dengan Russian Academy of Sciences

Selanjutnya, lintasan tersebut dikonversi menjadi pergerakan kaki-kaki platform menggunakan metode inverse kinematics.

Untuk memastikan akurasi gerakan, sistem kendali menggunakan metode Proportional-Integral-Derivative (PID) yang telah dioptimalkan dengan Salp Swarm Algorithm (SSA). Pendekatan ini memungkinkan platform mengikuti pola gelombang dengan tingkat kesalahan yang sangat kecil.

Wibowo menilai penggunaan algoritma berbasis AI memberikan keunggulan signifikan dalam proses optimasi sistem kendali. Berdasarkan hasil penelitian, metode SSA menunjukkan performa terbaik dengan nilai kesalahan (fitness value) lebih rendah, yakni 16,8 persen dibandingkan Genetic Algorithm dan 8,7 persen dibandingkan Particle Swarm Optimization.

Baca Juga: BRIN Kembangkan Teknologi Karbon Aktif Beriradiasi Gamma untuk Atasi Limbah Logam Berat

"Pendekatan SSA memungkinkan kami memperoleh parameter kendali yang optimal dengan tingkat kesalahan yang lebih rendah dibandingkan metode lain seperti Genetic Algorithm dan Particle Swarm Optimization," ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan simulator ini memiliki potensi pemanfaatan yang luas, mulai dari perancangan kapal, teknologi lepas pantai, hingga sistem kompensasi gelombang pada berbagai platform di laut.

Ke depan, penelitian akan difokuskan pada pengembangan metode kendali nonlinier guna meningkatkan performa sistem, terutama dalam menghadapi dinamika gelombang laut yang lebih kompleks.

(Sumber: Antara)

x|close