Iran Ancam Serang ke Perusahaan Raksasa Teknologi AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Apr 2026, 07:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi rudal Iran untuk serangan balasan terhadap sejumlah target di Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. (ANTARA/Anadolu/py.) Ilustrasi rudal Iran untuk serangan balasan terhadap sejumlah target di Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Garda Revolusi Iran (IRGC) melontarkan ancaman untuk menyerang sejumlah perusahaan teknologi besar milik Amerika Serikat sebagai bentuk pembalasan atas tewasnya para pemimpin Iran dalam serangan gabungan AS dan Israel.

Dilansir dari AFP, Rabu, 1 April 2026, sedikitnya 18 perusahaan teknologi masuk dalam daftar target Iran. Beberapa di antaranya adalah Microsoft, Google, Apple, Intel, IBM, Tesla, hingga Boeing.

"Perusahaan-perusahaan ini, mulai pukul 20.00 waktu Teheran pada hari Rabu, 1 April, harus mengharapkan penghancuran unit-unit terkait mereka sebagai imbalan atas setiap pembunuhan di Iran," kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan.

"Kami menyarankan para karyawan lembaga-lembaga ini untuk segera meninggalkan tempat kerja mereka demi keselamatan jiwa mereka," tambahnya.

Baca Juga: Iran Kembali Luncurkan Serangan Rudal ke Israel Bagian Tengah dan Yerusalem

Ancaman tersebut muncul di tengah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut tengah mengupayakan jalur diplomasi guna mengakhiri konflik. Namun, Trump juga menegaskan kemungkinan memperkuat kampanye militer AS bersama Israel terhadap Iran.

Dalam pernyataannya, Garda Revolusi menuduh pemerintah AS dan perusahaan-perusahaan teknologi tersebut mengabaikan peringatan untuk menghentikan operasi yang menyasar pejabat tinggi Iran. Teheran bahkan menyebut perusahaan teknologi sebagai "elemen utama dalam merancang dan melacak target pembunuhan".

"Akibatnya, 18 perusahaan ini -- yang juga termasuk Intel, Microsoft dan Oracle, serta perusahaan mobil listrik Tesla, perusahaan analitik Palantir, dan raksasa chip Nvidia -- berisiko menghadapi pembalasan," demikian pernyataan tersebut.

Arsip foto - Rudal Iran. (ANTARA FOTO/Xinhua/Chen Junqing/tom/am.) <b>(Antara)</b> Arsip foto - Rudal Iran. (ANTARA FOTO/Xinhua/Chen Junqing/tom/am.) (Antara)

"Perusahaan yang secara aktif berpartisipasi dalam rencana teroris akan menghadapi tindakan balasan untuk setiap pembunuhan yang ditargetkan," kata pernyataan itu.

Serangan militer AS dan Israel ke wilayah Iran telah berlangsung sejak 28 Februari 2026. Pada hari pertama konflik, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan panglima tertinggi Garda Revolusi Mohammad Pakpour dilaporkan tewas, seiring upaya kedua negara tersebut untuk melumpuhkan jajaran kepemimpinan Iran.

Selain itu, tokoh berpengaruh Iran Ali Larijani juga dilaporkan meninggal dunia, bersama sejumlah figur penting lainnya.

Pihak Israel dan Amerika Serikat mengklaim telah memberikan pukulan besar terhadap Iran melalui serangan yang menewaskan para pejabat tinggi. Meski demikian, sejumlah analis menilai Iran masih menunjukkan ketahanan dan kemampuan untuk bangkit dari tekanan tersebut.

x|close