Dendam Lama Berujung Tragis, Pria Tusuk Mantan Istri Saat Resepsi Nikah Anak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Mei 2026, 08:14
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi Pembunuhan Ilustrasi Pembunuhan (Pixabay)

Ntvnews.id, Jakarta - Momen bahagia sebuah resepsi pernikahan di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, mendadak berubah mencekam. Seorang pria lanjut usia berinisial EF (67) diduga melampiaskan dendam lama dengan menusuk mantan istrinya sendiri, ES (55), tepat di acara pernikahan anak kandung mereka.

Peristiwa mengejutkan itu terjadi di tengah suasana yang seharusnya penuh sukacita. Kehadiran EF dalam pesta pernikahan anak awalnya tak menimbulkan kecurigaan. Namun, situasi berubah drastis ketika ia diduga melakukan aksi kekerasan terhadap perempuan yang pernah menjadi pendamping hidupnya.

Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB di sebuah lokasi resepsi di Jalan Sunter Karya Timur, Tanjung Priok. Berdasarkan informasi kepolisian, EF datang sebagai tamu dalam pesta pernikahan anak mereka.

Baca Juga: Bareskrim: Belum Ada Indikasi Kesengajaan dalam Pemadaman Listrik Massal di Sumatera

Ketegangan muncul ketika prosesi salam-salaman berlangsung di atas pelaminan. Saat berada dekat dengan korban, pelaku tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam yang diduga telah dibawa sejak awal kedatangannya ke lokasi acara.

"Jadi pelaku sudah menyiapkan surat dan pisau untuk menusuk korban," kata Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok, AKP Handam Samudro dilansir Antara, Minggu (24/5/2026).

Polisi mengungkapkan bahwa pisau tersebut sebelumnya disembunyikan di dalam tas milik pelaku. Ketika momen bersalaman terjadi, EF diduga langsung melancarkan serangan dan menusuk korban satu kali.

"Motif pelaku melakukan aksi pidana ini diduga karena dendam. Namun, kami masih melakukan pendalaman," ujar Hamdan.

Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami latar belakang dendam yang diduga menjadi pemicu aksi penusukan tersebut. Kasus ini pun menyita perhatian karena terjadi di tengah acara keluarga yang semestinya menjadi momentum kebahagiaan, tetapi justru berubah menjadi tragedi akibat konflik pribadi yang belum usai.

x|close