Sopir Taksi yang Terlibat Kecelakaan Bekasi Ternyata Baru 3 Hari Kerja

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Mei 2026, 07:37
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan keterangan kepada pers di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026). ANTARA/Dokumentasi Pribadi/aa. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan keterangan kepada pers di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026). ANTARA/Dokumentasi Pribadi/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa sopir taksi listrik Green SM berinisial RRP yang terlibat kecelakaan kereta api di perlintasan sebidang Ampera, Bekasi Timur, baru menjalani hari ketiga bekerja saat insiden terjadi pada Senin, 27 April 2026.

“Dari hasil keterangan driver atau pun sopir taksi online yang sudah dimintai keterangan bahwa yang bersangkutan baru bekerja itu semenjak tanggal 25 April 2026,” kata Budi di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis.

Saat diperiksa, RRP mengaku hanya memperoleh pelatihan singkat selama satu hari sebelum mulai bekerja. Pelatihan tersebut terbatas pada pengenalan dasar kendaraan listrik.

Baca Juga: KAI Dukung Investigasi KNKT, Perkuat Sistem Keselamatan Kereta

“Jadi terkait tentang bagaimana mengendarai, cara menghidupkan kendaraan tersebut, ini baru pengenalan dasar itu dilakukan satu hari. Nah, bagaimana menyalakan, mematikan mobil serta cara lampu sein, parkir dan lain-lain. Ini terjadi, ini masih didalami oleh teman-teman penyidik,” ujar Budi.

Hingga kini, RRP telah menjalani dua kali pemeriksaan pada 28 dan 29 April 2026, namun statusnya masih sebagai saksi.

Kecelakaan maut yang terjadi pada Senin malam tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga: KAI Sampaikan Duka Mendalam atas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Investigasi Masih Berlangsung

Peristiwa bermula dari mogoknya taksi listrik di tengah perlintasan sebidang akibat gangguan sistem kelistrikan, sebelum akhirnya tertabrak KRL yang melintas. Dampak dari insiden pertama itu membuat rangkaian KRL tujuan Cikarang berhenti darurat di Stasiun Bekasi Timur.

Dalam kondisi berhenti, rangkaian KRL tersebut kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek, yang menyebabkan gerbong belakang khusus wanita mengalami kerusakan parah dan menimbulkan korban jiwa.

(Sumber: Antara)

x|close