Politisi Gerindra Kawendra Desak Izin Taksi Green SM Vietnam Dicabut!

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Apr 2026, 11:10
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, mendesak pemerintah untuk mencabut izin operasional taksi Green SM asal Vietnam menyusul tragedi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur yang merenggut 15 nyawa pada Senin, 27 April 2026. Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, mendesak pemerintah untuk mencabut izin operasional taksi Green SM asal Vietnam menyusul tragedi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur yang merenggut 15 nyawa pada Senin, 27 April 2026. (Istimewa)

Ntvnews.id, Bekasi — Tragedi kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin 27 April 2026, malam menewaskan belasan orang dan melukai puluhan lainnya.

Peristiwa ini menuai sorotan tajam dari berbagai pihak, termasuk Anggota Komisi VI F-Gerindra DPR RI, Kawendra Lukistian. Dalam pernyataannya, Kawendra menyampaikan duka mendalam atas insiden tersebut.

“Tragedi kecelakaan Kereta yang merenggut 15 nyawa dan melukai puluhan orang lainnya benar-benar memilukan hati kita. InsyaAllah, para korban husnul khotimah dan yang terluka diberi kekuatan,” ujar Kawendra, Selasa 28 April 2026.

Ia juga menyinggung perjalanan panjang transformasi layanan kereta di Jabodetabek yang menurutnya tidak seharusnya tercoreng oleh kelalaian pihak eksternal.

Baca JugaTerpopuler: Menhub dan Dirut KAI Jajal KRL Bekasi Timur-Cikarang, Tahta Puncak Persib Diambil Borneo FC

Kereta api (KA) jarak jauh melintas di samping taksi listrik Green SM yang rusak pascakecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KN <b>(Antara)</b> Kereta api (KA) jarak jauh melintas di samping taksi listrik Green SM yang rusak pascakecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KN (Antara)

“Sebagai pengguna setia Kereta Jabodetabek di era 2006–2010, saya menyaksikan betapa panjang dan sulitnya transformasi yang telah dilakukan oleh PT KAI hingga menjadi seperti sekarang. Namun, dedikasi besar untuk meningkatkan layanan nasional itu tidak boleh dicederai oleh kelalaian pihak eksternal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kawendra secara tegas menyoroti peran taksi Green SM dalam kejadian tersebut. 

Ia menyebut kendaraan tersebut sebagai pemicu awal rangkaian kecelakaan beruntun.

“Setelah mencermati fakta lapangan, saya menyoroti keterlibatan taksi hijau Green SM sebagai pemicu awal. Ini bukan sekadar insiden tunggal, sudah beberapa kali terhenti di perlintasan kereta api dan banyak aduan masyarakat terkait taksi ini,” terang Kawendra.

Atas dasar itu, ia meminta pemerintah untuk mengambil langkah tegas terhadap operasional perusahaan taksi asal Vietnam tersebut.

Tangkapan layar - Warga melihat commuter line (KRL) jurusan Cikarang yang menabrak kendaraan roda empat yang mogok di perlintasan kereta api dekat stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin 27 April 2026. ANTARA/video warga/aa. <b>(Antara)</b> Tangkapan layar - Warga melihat commuter line (KRL) jurusan Cikarang yang menabrak kendaraan roda empat yang mogok di perlintasan kereta api dekat stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin 27 April 2026. ANTARA/video warga/aa. (Antara)

Baca Juga: KAI Siapkan Layanan KA Jarak Jauh Kembali Normal Bertahap Mulai 30 April 2026

“Rasanya tidak berlebihan bila kita meminta pemerintah untuk mengevaluasi dan mencabut izin operasional perusahaan taksi asal Vietnam tersebut!” tukasnya.

Kecelakaan ini diduga bermula dari sebuah taksi yang berada di perlintasan rel, yang kemudian memicu gangguan perjalanan KRL hingga berujung pada tabrakan beruntun dengan kereta lain.

Hingga kini, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan bersama pihak terkait masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti dan mencegah kejadian terulang di masa mendatang.

x|close