Ntvnews.id
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyampaikan bahwa penyidik saat ini masih mendalami berbagai kemungkinan penyebab, termasuk faktor manusia dan potensi gangguan sistem komunikasi perkeretaapian.
"Penyelidikan kami fokus pada dua hal utama, yakni kemungkinan kelalaian manusia dan kendala sistem. Semua masih dalam proses pendalaman," kata Budi.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah pihak kunci akan diperiksa, termasuk sopir taksi online yang diduga menjadi pemicu awal kejadian serta para masinis dari kedua rangkaian kereta yang terlibat.
Baca Juga: KAI Daop 9 Jember Pastikan Operasional Kereta Tetap Normal Pascainsiden Bekasi
Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengurai secara rinci kronologi kejadian, mulai dari sebelum hingga saat kecelakaan berlangsung.
Peristiwa ini bermula ketika sebuah taksi online mengalami gangguan dan berhenti di perlintasan sebidang Jalan Ampera. Kendaraan tersebut menghambat laju KRL yang melintas hingga kereta terpaksa berhenti di jalur.
Dalam waktu singkat, situasi memburuk ketika KRL yang berhenti ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi, menyebabkan benturan keras dan kerusakan parah pada rangkaian kereta.
Data sementara mencatat total korban mencapai 106 orang, dengan rincian 90 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, 46 orang masih menjalani perawatan, sementara 44 lainnya telah diperbolehkan pulang. Korban meninggal dunia tercatat sebanyak 16 orang.
"Penambahan korban meninggal dunia menjadi perhatian kami. Kami berharap tidak ada lagi korban tambahan," ucap Budi.
Selain mendalami aspek teknis dan dugaan kelalaian manusia, pihak kepolisian juga terus mengumpulkan barang bukti serta memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian. Proses olah tempat kejadian perkara dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada detail yang terlewat.
Polda Metro Jaya menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan secara transparan dan profesional, serta membuka kemungkinan penetapan tersangka apabila ditemukan unsur kelalaian yang menyebabkan kecelakaan.
Baca Juga:
Di tengah proses penyelidikan, aparat memastikan penanganan korban tetap menjadi prioritas, termasuk pemberian pendampingan medis dan psikologis bagi korban selamat maupun keluarga korban meninggal dunia.
Budi juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, khususnya saat melintasi perlintasan sebidang, serta mematuhi aturan lalu lintas demi mencegah kejadian serupa terulang.
(Sumber: Antara)
Kondisi gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin 27 April 2026. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/app/agr/aa.) (Antara)