Ntvnews.id, Jakarta - Upaya menjadikan koperasi sebagai wadah yang relevan bagi generasi muda menjadi salah satu fokus Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI).
Melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-8 di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026 yang dirangkaikan dengan Dialog Kebangsaan bertajuk "Is The Prabowo Mind Wrong?", AMKI mengajak anak muda memandang koperasi bukan lagi sebagai model usaha konvensional, melainkan sebagai pilar ekonomi masa depan yang modern, inklusif, dan berbasis gotong royong.
Ketua Dewan Pembina Angkatan Muda Koperasi Indonesia, João Angelo de Sousa, menilai program strategis nasional (PSN) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi peluang besar bagi generasi muda untuk berkreasi sekaligus memperkuat perekonomian nasional.
"Koperasi Merah Putih akan menjadi patron bagi generasi muda untuk membangun ekonomi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," papar Joao yang juga Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara.
Tambah João lagi, koperasi modern harus dikelola secara digital melalui marketplace dan platform e-commerce agar mampu memperluas akses pasar bagi produk-produk masyarakat desa, pelaku UMKM, dan generasi muda.
Dalam Rakernas, AMKI juga membentuk lima satuan tugas (satgas) yang akan fokus pada sosialisasi masif gerakan berkoperasi, pengembangan kapasitas pengelola koperasi, percepatan akses permodalan, perluasan pengembangan usaha, serta transformasi digital dan teknologi koperasi.
Ketua Dewan Pembina AMKI bersama Ketua Umum AMKI mengukuhkan kelima satgas kolaborasi antar sesama koperasi (collab-coop) tersebut yaitu:
1. Satgas Soslalisasi Masif Kesadaran Berkoperasi (Diketuai Tri Agung Hermanto - Wakil Sekretaris Umum AMKI)
2. Satgas Pengembangan Kapasitas Manajemen Koperasi (Diketuai Tommy Priyanto - Wakil Ketua Umum AMKI)
3. Satgas Percepatan Akses Permodalan (Diketuai Ricordias Domini Panggabean - Wakil Ketua Umum AMKI)
4. Satgas Perluasan Akses Pengembangan Usaha (Diketuai Freddy Lay - Wakil Bendahara AMKI)
5. Satgas Transformasi Digital dan Teknologi (Diketuai Aditya Visnu Brata - Bendahara Umum AMKI)
Sementara, Ketua Umum AMKI, Frans Meroga Panggabean, mengatakan koperasi memiliki karakter yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Menurutnya, nilai kolektif, ekonomi berbagi, dan kesetaraan yang menjadi prinsip koperasi sejalan dengan budaya anak muda saat ini.
"Kami dari Angkatan Muda Koperasi Indonesia siap menjadi tulang punggung untuk membawa koperasi lebih dekat dengan generasi muda sehingga menjadi pilihan utama dan semakin diminati anak-anak muda Indonesia," ujar Frans.
Frans menegaskan, rakernas tahun ini bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi Indonesia ke-79 sekaligus menjadi momentum membedah buku The Prabowo Mind melalui diskusi bertajuk "Is The Prabowo Mind Wrong?".
Forum tersebut menghadirkan akademisi, pemerhati koperasi, serta sejumlah lembaga seperti CELIOS dan ICW untuk menguji berbagai gagasan mengenai pengembangan koperasi secara terbuka.
Menurutnya, AMKI meyakini kebijakan yang menempatkan koperasi sebagai arus utama (mainstream) perekonomian Indonesia merupakan langkah yang tepat dan selaras dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
"Pesan utama yang ingin kami sampaikan melalui buku ini adalah bahwa koperasi harus menjadi arus utama perekonomian Indonesia. Bangsa ini perlu kembali kepada ekonomi konstitusi," katanya.
Mewakili Menteri Koperasi RI, Deputi BIdang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi, Destry Anna Sari, menyampaikan bahwa Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan dari tingkat desa dan kelurahan.
Menurut Destry, KDKMP tidak hanya diarahkan sebagai wadah usaha bersama, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi yang mampu menghubungkan potensi lokal dengan rantai pasok nasional.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, koperasi, dunia usaha, dan generasi muda, program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kemandirian ekonomi desa.
"KDKMP menjadi instrumen penting dalam membangun ekonomi dari bawah. Dengan tata kelola yang profesional, pemanfaatan teknologi digital, serta partisipasi aktif generasi muda, koperasi akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Destry.
Pemerintah mengapresiasi penyelenggaraan Rakernas VIII AMKI yang dinilai menjadi ruang strategis untuk melahirkan gagasan-gagasan inovatif sekaligus memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan agenda transformasi koperasi nasional.
AMKI kukuhkan lima Satgas Collab-Coop dalam Rakernas ke-8.