Ntvnews.id, Jakarta - Universitas Sriwijaya (Unsri) akhirnya angkat bicara terkait meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmy, dokter internship yang bertugas di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Jambi. Pihak kampus menegaskan bahwa status Myta saat itu bukan lagi berada dalam kewenangan langsung universitas, melainkan bagian dari program nasional yang dikelola pemerintah.
Melalui keterangan resminya, Unsri menjelaskan bahwa dr. Myta merupakan peserta Program Internship Dokter Indonesia yang berada di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 13 Tahun 2025. Dengan demikian, seluruh aspek pelaksanaan program, termasuk penempatan serta pengaturan beban kerja, tidak berada dalam kendali institusi pendidikan.
"Pelaksanaan program, penempatan serta pengaturan beban kerja berada di bawah kewenangan pihak terkait di luar Unsri," katanya.
Baca Juga: AHY Sebut Tanggul Laut Pantura Penting Lindungi Pangan Nasional
Menanggapi dugaan bahwa Myta meninggal akibat beban kerja berlebih, Unsri menekankan pentingnya penanganan kasus secara objektif dan transparan. Kampus juga menyatakan komitmennya terhadap perlindungan tenaga kesehatan, khususnya mereka yang sedang menjalani masa pengabdian.
"Kami juga menegaskan komitmen terhadap pentingnya keselamatan dan kesejahteraan tenaga kesehatan," ujarnya.
Sementara itu, Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran (IKA FK) Unsri turut mengambil langkah dengan mendorong pengusutan kasus hingga tuntas. Ketua Umum IKA FK Unsri, Achmad Junaidi, menyatakan pihaknya telah mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Kesehatan pada 30 April 2026 untuk meminta audit terhadap rumah sakit tempat dr. Myta bertugas.
Baca Juga: 2 Prajurit AS Hilang Saat Latihan Militer Gabungan Bersama, Diduga Terjatuh ke Laut
"Kami menemukan berbagai rangkaian fakta yang sangat mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan keselamatan dokter internship," kata Junaidi.
Dari temuan awal yang dihimpun, Myta diduga menjalani beban kerja yang berat tanpa diimbangi waktu istirahat memadai. Kondisi kesehatannya disebut mulai menurun sejak Maret 2026, namun tetap dijadwalkan menjalani tugas jaga malam meskipun tengah mengalami gangguan kesehatan.
"dr Myta telah melaporkan gejala sakit, namun tetap dijadwalkan jaga malam dalam kondisi sesak napas dan demam tinggi," jelasnya.
FK Unsri (Universitas Sriwijaya) (Google Maps)