Ntvnews.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melanjutkan proses pendampingan bagi pelanggan serta keluarga yang terdampak insiden di Stasiun Bekasi Timur hingga seluruh tahapan penanganan dinyatakan selesai.
Hingga Selasa, 5 Mei 2026 pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 86 pelanggan telah kembali ke rumah masing-masing, sementara 16 lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Pihak KAI memastikan bahwa pemantauan kondisi korban dilakukan secara berkala guna mendukung proses pemulihan.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa pendampingan diberikan secara menyeluruh, baik kepada pelanggan yang masih dirawat maupun yang telah pulang ke rumah.
Baca Juga: KAI: 84 Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Sudah Pulang
“Kami terus memantau kondisi pelanggan yang masih dirawat serta memastikan kebutuhan penanganan terpenuhi. Bagi pelanggan yang telah kembali ke rumah, pendampingan tetap kami lanjutkan sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Selain itu, KAI juga menyediakan mekanisme klaim atau reimbursement bagi pelanggan yang menjalani pengobatan secara mandiri.
Proses pengajuan memerlukan sejumlah dokumen seperti bukti perjalanan, identitas pelanggan, kuitansi dan rincian biaya pengobatan, resume medis, serta salinan rekening.
Setelah dokumen dinyatakan lengkap, klaim akan diproses bersama pihak asuransi dengan estimasi penyelesaian paling lama 21 hari kerja.
Layanan pemulihan psikologis (trauma healing) juga masih tersedia bagi pelanggan dan keluarga yang membutuhkan.
Pengajuan dapat dilakukan melalui Posko Informasi di Bekasi Timur maupun melalui call center 0812-9660-5747.
Pendampingan dapat dimulai secara daring melalui telemedicine dan dilanjutkan dengan layanan tatap muka sesuai kebutuhan.
Dalam penanganan barang bawaan yang tertinggal, hingga Selasa, 5 Mei 2026 pukul 08.00 WIB, KAI mencatat sebanyak 117 barang telah ditemukan.
Dari jumlah tersebut, 69 barang telah dikembalikan kepada pemiliknya, sementara 48 lainnya masih menunggu proses pengambilan.
Seluruh barang diamankan dan didata melalui layanan Lost and Found di Stasiun Bekasi Timur.
KAI mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan barang untuk segera mendatangi posko guna proses verifikasi dan pengambilan.
Baca Juga: KAI Resmi Ubah Nama KA Argo Bromo Anggrek Jadi KA Anggrek
“Kami memastikan setiap barang diproses melalui verifikasi agar dapat kembali kepada pemilik yang berhak. Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,” tambah Anne.
Sebagai bentuk komitmen layanan, Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur akan tetap beroperasi hingga Minggu, 11 Mei 2026.
Posko tersebut menyediakan berbagai layanan, mulai dari informasi, koordinasi administrasi, layanan lanjutan, hingga dukungan psikologis.
“KAI akan terus menjaga proses pendampingan berjalan dengan baik agar pelanggan dan keluarga dapat melalui masa pemulihan dengan lebih tenang dan terarah,” tutup Anne.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi: 117 barang ditemukan, 69 telah dikembalikan dan 48 masih menunggu pengambilan di Stasiun Bekasi Timur (Antara)