Danantara Pastikan Hadir dalam Pertemuan BEI dan MSCI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Feb 2026, 16:37
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Pandu Patria Sjahrir dalam wawancara cegat di Gedung BEI Jakarta,Senin, 02 Februari 2026. ANTARA/ Rizka Khaerunnisa. Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Pandu Patria Sjahrir dalam wawancara cegat di Gedung BEI Jakarta,Senin, 02 Februari 2026. ANTARA/ Rizka Khaerunnisa. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) akan ikut hadir dalam pertemuan antara PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI). Kehadiran Danantara dalam agenda tersebut bersifat pendampingan tanpa terlibat langsung dalam proses diskusi.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir menegaskan bahwa pertemuan tersebut sepenuhnya menjadi agenda BEI. Danantara hanya mengikuti jalannya pertemuan tanpa mengambil peran aktif dalam pembahasan bersama MSCI.

“Ya nanti kan saya hanya ngikutin aja, nonton aja di sini. Yang nanti meeting adalah IDX kok. Yang meeting IDX,” ujar Pandu saat ditemui di Gedung BEI Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.

Terkait posisi Danantara di pasar modal Indonesia, Pandu menjelaskan bahwa lembaganya berperan sebagai pembeli saham. Ia menilai saham-saham di Indonesia masih memiliki daya tarik kuat seiring dengan kondisi ekonomi nasional dan valuasi yang dinilai kompetitif.

“Karena kami merasa saham-saham di Indonesia itu menarik karena ekonominya juga bagus dan saya merasa valuasinya juga sangat menarik. Kalau mungkin lihat ada beberapa broker pagi ini merilis, membicarakan bahwa apa yang dilakukan baik oleh Bursa regulator ini sangat cepat lho,” ujarnya.

Baca Juga: Danantara Dukung Reformasi Total Pasar Modal Demi Pulihkan Kepercayaan Investor

Pada hari yang sama, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama BEI dan Self-Regulatory Organization (SRO) menggelar pertemuan secara daring dengan MSCI. Dalam pertemuan tersebut, OJK dan SRO memaparkan rencana aksi reformasi pasar modal Indonesia.

Agenda yang disampaikan mencakup peningkatan batas minimum kepemilikan saham publik (free float) emiten dari 7,5 persen menjadi 15 persen, peningkatan transparansi kepemilikan saham emiten khususnya di bawah 5 persen, serta percepatan proses demutualisasi bursa.

Sementara itu, berdasarkan data perdagangan hingga pukul 15.27 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah 440,20 poin atau 5,28 persen ke level 7.889,40. Frekuensi perdagangan saham mencapai 2.737.058 transaksi dengan total volume 44,09 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp24,98 triliun. Sebanyak 49 saham menguat, 722 saham melemah, dan 42 saham stagnan.

Baca Juga: BEI Bersiap Demutualisasi, Danantara dan Investor Global Berpeluang Masuk

(Sumber: Antara) 

x|close