Rosan Roeslani Tekankan Kepercayaan Pasar Modal untuk Tarik Investasi Asing

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Feb 2026, 23:15
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani dalam Dialog Pelaku Pasar Modal di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Minggu, 1 Februari 2026. (ANTARA/Bayu Saputra) CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani dalam Dialog Pelaku Pasar Modal di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Minggu, 1 Februari 2026. (ANTARA/Bayu Saputra) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Rosan Roeslani menegaskan bahwa tingkat kepercayaan terhadap pasar modal menjadi faktor utama dalam menarik investasi langsung asing atau foreign direct investment (FDI) ke Indonesia.

“Kepercayaan terhadap investasi, terutama FDI, salah satu indikator utamanya adalah kepercayaan kepada pasar modal terlebih dahulu,” kata Rosan dalam Dialog Pelaku Pasar Modal di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Minggu, 1 Februari 2026.

Ia menjelaskan pasar modal kerap menjadi pintu masuk awal bagi investor karena memiliki tingkat likuiditas yang lebih tinggi dibandingkan investasi langsung, yang umumnya menuntut komitmen jangka panjang. Oleh karena itu, kondisi pasar modal dinilai sangat memengaruhi persepsi investor terhadap iklim investasi nasional.

Rosan menyampaikan bahwa pasar modal Indonesia telah mencatat pertumbuhan signifikan dalam beberapa dekade terakhir, baik dari sisi kapitalisasi pasar maupun jumlah investor. Meski demikian, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut diiringi dengan penguatan kualitas pasar.

Baca Juga: Danantara Siap Ikuti Proses Demutualisasi BEI dalam Reformasi Pasar Modal

“Yang paling penting adalah di tahap berikutnya bagaimana kita memastikan pasar modal kita ini terus berkembang, tapi dengan standar kualitas yang baik, yang mempunyai dampak positif dan dampak yang sangat besar,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa investasi menyumbang sekitar 28–29 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, sementara konsumsi domestik berkontribusi sekitar 53–54 persen dari total pertumbuhan ekonomi nasional yang selama ini terjaga di atas 5 persen. Dengan porsi tersebut, kepercayaan dan kualitas pasar modal menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional.

Rosan menekankan pasar modal Indonesia tidak hanya perlu tumbuh dari sisi ukuran, tetapi juga dari sisi kualitas, transparansi, dan akuntabilitas, termasuk memastikan pembentukan harga berjalan secara murni berdasarkan mekanisme permintaan dan penawaran.

“Selama pembentukan harga itu murni dari demand dan supply, berapapun nilainya tidak menjadi masalah,” ungkapnya.

Ia menilai pembentukan harga yang sehat akan menjaga likuiditas pasar dan meminimalkan potensi distorsi di masa depan, karena investor dapat masuk dan keluar pasar secara wajar sesuai mekanisme pasar. Rosan juga mencontohkan praktik di pasar global, di mana valuasi sejumlah perusahaan teknologi sempat berada jauh di atas rata-rata industri, namun tetap dapat diterima selama terbentuk secara sehat.

Baca Juga: BEI Bersiap Demutualisasi, Danantara dan Investor Global Berpeluang Masuk

Selain itu, Rosan menyinggung peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia, serta self-regulatory organization (SRO) dalam memperkuat kualitas dan tata kelola pasar modal nasional. Menurutnya, dinamika yang terjadi dalam beberapa hari terakhir justru dapat menjadi momentum untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pasar yang selama ini dibutuhkan.

Dalam beberapa hari terakhir, pasar modal Indonesia menjadi sorotan menyusul volatilitas tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diikuti dengan perhatian regulator terhadap penguatan tata kelola dan transparansi pasar, termasuk merespons masukan dari penyedia indeks global.

Rosan menegaskan Danantara mendukung penuh berbagai inisiatif penguatan pasar modal, mengingat badan usaha milik negara (BUMN) di bawah Danantara berkontribusi hampir 30 persen terhadap total kapitalisasi pasar di Indonesia.

“Kepentingan kami juga sangat besar bagaimana bersama-sama menjaga agar pasar modal kita benar-benar mencerminkan valuasi dan kondisi perusahaan secara benar dan baik,” tutur Rosan.

(Sumber: Antara) 

x|close