Ntvnews.id, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan memperkenalkan teknologi adsorbed natural gas (ANG) kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis. Teknologi tersebut diproyeksikan menjadi salah satu alternatif pengganti liquefied petroleum gas (LPG) sekaligus mendukung penguatan ketahanan energi nasional.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan ANG menjadi salah satu inovasi unggulan yang akan dipresentasikan kepada Presiden karena dinilai memiliki prospek besar, meski saat ini belum memasuki tahap komersialisasi.
"Memang ada produk potensial yang memang belum bisa masuk pasar tapi ini punya prospek yang bagus. Seperti produk-produk untuk ANG atau adsorbed natural gas yang itu bisa menjadi salah satu poin untuk revolusi energi di Indonesia. Nah, sehingga nanti semua itu akan kami paparkan," kata Arif saat tiba di Istana Kepresidenan Jakarta.
Arif menjelaskan teknologi ANG menawarkan keunggulan karena dapat dioperasikan dengan tekanan di bawah 30 bar. Menurutnya, kemampuan tersebut membuka peluang agar ANG dapat dimanfaatkan sebagai pengganti LPG.
Baca juga: Kepala BRIN Ungkap Prabowo Pesan Sepatu Lokal Harganya di Bawah Rp80 Ribu
"Tadi energi, kita bisa memberikan solusi untuk menghemat gas, untuk bisa menghemat devisa. Karena kalau ANG tadi bisa digunakan dengan tekanan kurang dari 30 bar, maka itu bisa menjadi pengganti LPG. Jadi, ini salah satu andalan kita yang nanti akan bisa memberikan solusi untuk bidang energi," ujarnya.
Ia menuturkan, inovasi ANG merupakan bagian dari berbagai hasil riset BRIN yang dipersiapkan untuk mendukung penyelesaian persoalan nasional, terutama di sektor energi.
Mengacu pada informasi di laman BRIN, ANG merupakan teknologi penyimpanan gas alam yang memanfaatkan material adsorben berpori, seperti metal-organic framework (MOF). Teknologi tersebut memungkinkan gas disimpan pada tekanan yang jauh lebih rendah dibandingkan compressed natural gas (CNG).
Penggunaan teknologi ANG dinilai memberikan sejumlah keunggulan, antara lain meningkatkan aspek keselamatan, efisiensi penyimpanan, serta berpotensi menekan biaya sistem. Meski demikian, pengembangannya masih perlu dilanjutkan agar dapat diterapkan secara luas dalam skala komersial.
Baca juga: 150 Peneliti BRIN Temui Prabowo di Istana, Pamerkan Ratusan Produk Inovasi
Selain ANG, BRIN juga menampilkan sekitar 150 hingga 200 produk inovasi dari 12 klaster riset. Berbagai inovasi tersebut mencakup bidang pangan, kesehatan, transportasi, perumahan, antariksa, penerbangan, nuklir, logam tanah jarang, hingga teknologi yang mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pengembangan kampung nelayan.
Arif mengatakan Presiden Prabowo dijadwalkan meninjau langsung beragam hasil inovasi tersebut sekaligus berdialog dengan para peneliti yang terlibat dalam pengembangannya.
Menurutnya, perhatian Presiden terhadap pengembangan riset dan teknologi menjadi motivasi bagi para peneliti BRIN untuk terus menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Yang jelas kami sangat mengingat pesan dari Bapak Presiden bahwa penguasaan teknologi itu adalah martabat bangsa. Ini yang beliau sering kali sampaikan dan itu kami semakin bersemangat untuk bisa melakukan riset, untuk menghasilkan inovasi," kata Arif.
(Sumber: Antara)
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan (Antara)