UMKM Catering Pakai AI Demi Gaet Gen Z

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jan 2026, 19:50
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Dobrak Tradisi, Jagarasa Catering Manfaatkan Kecerdasan Buatan (AI) untuk Gaet Pasar Gen Z Dobrak Tradisi, Jagarasa Catering Manfaatkan Kecerdasan Buatan (AI) untuk Gaet Pasar Gen Z (Jagarasa Catering)

Ntvnews.id, Jakarta - Industri pernikahan dan jasa boga (catering) selama ini dikenal sebagai sektor yang sangat konvensional. Pemasarannya lebih banyak mengandalkan pameran luring (offline), brosur fisik, dan rekomendasi dari mulut ke mulut. Namun, di tengah gempuran digitalisasi tahun 2025, Jagarasa, perusahaan katering yang berbasis di Jawa Timur dan Jabodetabek, tampil sebagai anomali dengan menjadi pelopor adopsi teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) secara masif dalam strategi bisnisnya.

Langkah ini dinilai sebagai terobosan signifikan dalam ekosistem wedding nasional. Di saat pemain lama masih berkutat pada metode konvensional, Jagarasa mengubah wajah pemasaran katering menjadi lebih adaptif terhadap teknologi dan data.

Efisiensi dan Konten Viral Berbasis AI

Pemanfaatan AI oleh Jagarasa tidak lagi sebatas pada penggunaan chatbot untuk layanan pelanggan, melainkan telah merambah ke inti kreativitas pemasaran: penciptaan konten generatif (generative content). Perusahaan memanfaatkan berbagai perangkat AI, termasuk platform audio generatif seperti Suno.ai, untuk memproduksi materi visual dan audio orisinal.
Pendekatan ini dirancang khusus untuk menyesuaikan selera humor dan preferensi estetika Generasi Z, yang kini mulai mendominasi pasar calon pengantin.

Salah satu bukti kesuksesan strategi ini terlihat nyata pada konten video pendek bertajuk "POV: Ketahuan Nyusup di Kondangan" yang diunggah di Instagram Reels Jagarasa. Konten yang memadukan skenario komedi relevan dengan musik latar buatan AI ini sukses menjadi viral.

Data analitik internal per [Tanggal Hari Ini] menunjukkan performa yang mengesankan:
Tayangan (Views): Menembus lebih dari 120.000 kali tayangan, Jangkauan (Reach): Menjangkau lebih dari 100.000 akun unik secara organik (tanpa iklan berbayar), Interaksi: Mendapatkan lebih dari 1.000 likes dan ratusan interaksi audiens. Angka-angka ini adalah pencapaian langka bagi sebuah akun bisnis katering yang biasanya memiliki tingkat interaksi statis.

Demokratisasi Pemasaran Lewat Teknologi

Baca Juga: Purbaya ke BNPB: Kalau Perlu Dana Cepat Ajukan, Masyarakat Terdampak Nggak Bisa Nunggu Lama

Irwan Hernawan, pendiri Jagarasa, menjelaskan bahwa penggunaan AI adalah solusi atas tingginya biaya produksi kreatif yang selama ini menjadi penghalang bagi UMKM untuk bersaing dengan brand besar.

"Tantangan terbesar industri katering adalah persepsi 'kaku' dan tua. Kami ingin mematahkan itu. Dengan bantuan AI, kami bisa memproduksi konten yang relevan, cepat, dan sangat relate dengan audiens muda tanpa harus mengeluarkan biaya produksi rumah produksi besar. Ini membuktikan bahwa teknologi AI bisa mendemokratisasi pemasaran bagi pelaku usaha di sektor jasa," ujar Irwan di Jakarta.

Selain itu, Irwan menekankan bahwa penggunaan musik buatan AI membantu perusahaan menghindari masalah pelik terkait hak cipta (copyright) yang sering kali membuat konten promosi UMKM dibisukan (muted) oleh platform media sosial.
Respons Berbasis Data terhadap Pola Konsumen

Transformasi digital Jagarasa juga merupakan respons strategis terhadap perubahan perilaku konsumen pascapandemi. Klien masa kini menuntut interaksi digital yang cepat, visual yang menarik, dan pengalaman yang dipersonalisasi.

Jagarasa menggunakan analisis data untuk memetakan tren kuliner yang sedang diminati di dua wilayah operasional utamanya, Jabodetabek dan Jawa Timur. Data ini kemudian diolah menjadi wawasan (insight) untuk menentukan menu baru maupun materi kampanye digital yang tepat sasaran.

Keberhasilan Jagarasa mengintegrasikan teknologi canggih ke dalam bisnis konvensional ini menjadi studi kasus menarik bagi sektor riil di Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa UMKM dapat "naik kelas" (scale up) dan memperluas jangkauan pasar bukan hanya dengan modal besar, melainkan melalui adopsi teknologi tepat guna.

x|close