Dihadapan Prabowo, Gubernur BI Sebut Sinergi Jadi Kunci Kuatnya Ekonomi RI 2026-2027

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Nov 2025, 22:35
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia tetap kuat, stabil, dan tumbuh relatif tinggi meski menghadapi tekanan global.  Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia tetap kuat, stabil, dan tumbuh relatif tinggi meski menghadapi tekanan global. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia tetap kuat, stabil, dan tumbuh relatif tinggi meski menghadapi tekanan global. 

Hal ini diungkapkan dihadapan Presiden Prabowo Subianto dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025.

"Bapak Presiden dan hadirin yang kami hormati, Alhamdulillah kita bersyukur ekonomi nasional berdaya tahan dari rentetan gejolak global, stabilitas terjaga, pertumbuhan relatif tinggi," ucap Perry dalam sambutannya, Jumat 28 November 2025.

Perry menjelaskan sinergi antarlembaga menjadi kunci ketahanan ekonomi Indonesia di tengah gejolak global. 

Baca juga: BRIN Siap Susun Kajian Redenominasi Rupiah Sebagai Masukan Bagi Bank Indonesia

Dengan sinergi itu, ia optimistis kinerja ekonomi Indonesia pada 2026 dan 2027 akan membaik. "Dengan sinergi itu Insya Allah kinerja ekonomi Indonesia tahun 2026 dan 2027 akan lebih baik, pertumbuhan lebih tinggi, konsumsi dan investasi meningkat," bebernya.

Ia juga menegaskan inflasi akan tetap terkendali dalam sasaran, didukung konsistensi kebijakan moneter, fiskal, serta sinergi penguatan ketahanan pangan nasional. 

Nilai tukar rupiah, kata Perry, juga akan dijaga tetap stabil berkat fundamental ekonomi yang baik dan komitmen tinggi BI.

Stabilitas eksternal dinilai tetap terjaga. Neraca pembayaran berada dalam posisi sehat, cadangan devisa cukup kuat, pertumbuhan kredit terus meningkat, dan stabilitas sistem keuangan tetap solid. 

Ekonomi dan keuangan digital Indonesia disebut tumbuh pesat, termasuk e-commerce, digital banking, serta penggunaan uang elektronik.

Baca juga: Bank Indonesia Tahan BI Rate di 4,75 Persen di November 2025

Lima Fokus Sinergi Nasional

Perry mendorong penguatan sinergi nasional untuk mempercepat transformasi ekonomi menuju struktur yang lebih produktif dan berdaya tahan. 

Adapun lima area yang menjadi fokus diantaranya pertama, memperkuat stabilitas dan mendorong permintaan, kedua hilirisasi, industrialisasi, dan ekonomi kerakyatan. 

ketiga, meningkatkan pembayaran dan pasar keuangan, keempat, akselerasi ekonomi keuangan digital nasional dan terakhir kelima, kerja sama investasi dan perdagangan internasional.

Perry pun menegaskan bahwa stabilitas adalah fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi tumbuh tinggi dan berdaya tahan.

Baca juga: Bank Indonesia Optimistis Inflasi Tetap Terkendali hingga 2026

"Stabilitas sangat penting bagi negara manapun untuk tumbuh tinggi dan berdaya tahan. Stabilitas yang dinamis, harga-harga terkendali, rupiah stabil, ekonomi bergerak cepat, dan rakyat mendapat manfaat itulah sumitronomics," tandasnya.

x|close