Menteri Ekraf Apresiasi Layar Digi Hadirkan Micro Cinema di Minimarket

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mar 2026, 22:50
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Menteri Ekraf Apresiasi Layar Digi Hadirkan Micro Cinema di Minimarket Menteri Ekraf Apresiasi Layar Digi Hadirkan Micro Cinema di Minimarket (Kemenekraf)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengapresiasi kolaborasi Layar Digi dengan jaringan minimarket dalam menghadirkan inovasi layar alternatif melalui konsep micro cinema di berbagai daerah. Inisiatif tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk memperluas distribusi film nasional.

Menurut Teuku Riefky Harsya, konsep micro cinema tidak hanya memberi masyarakat akses yang lebih luas untuk menikmati film Indonesia, tetapi juga memperkuat ekosistem industri perfilman nasional.

“Hari ini, kita melihat sebuah terobosan baru. Kehadiran micro cinema seperti Layar Digi menjadi solusi untuk memperluas akses pasar dan distribusi film nasional. Momentum ini sangat tepat ketika produksi film meningkat dan minat masyarakat menonton film nasional semakin tinggi,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky saat menghadiri peresmian Layar Digi Micro Cinema di gerai Alfamart Agricola di kawasan Gading Serpong, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia menilai ekosistem perfilman Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, baik dari sisi produksi maupun minat penonton. Meski demikian, distribusi film masih menjadi tantangan utama yang harus diatasi.

“Kalau kita amati, produksi film Indonesia sudah sangat berkembang. Sekitar 176 film diproduksi setiap tahun dan jumlah penonton film nasional mencapai lebih dari 80 juta tahun lalu. Artinya, supply and demand sebenarnya sudah ada, yang menjadi persoalan justru distribusinya,” jelas Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa saat ini baru sekitar 20 persen kabupaten dan kota di Indonesia yang memiliki akses terhadap bioskop. Karena itu, model bioskop alternatif seperti yang diusung Layar Digi dinilai berpotensi menjangkau daerah-daerah yang belum memiliki fasilitas tersebut.

Layar Digi menghadirkan konsep micro cinema dengan memanfaatkan lantai dua gerai Alfamart sebagai ruang bioskop mini. Dengan desain modern, kursi yang nyaman, serta teknologi layar dan audio yang memadai, konsep ini diharapkan mampu memberikan pengalaman menonton yang lebih dekat dengan masyarakat.

Gerai Alfamart Agricola menjadi lokasi percontohan atau pilot project yang mulai bertransformasi menyediakan ruang kebersamaan baru bagi masyarakat. Tempat ini juga diharapkan menjadi ruang berkumpul sekaligus platform interaksi yang mendukung perkembangan karya kreatif, khususnya film Indonesia.

Sementara itu, Komisaris Utama Layar Digi, Rahayu Saraswati, mengatakan bahwa gagasan menghadirkan micro cinema berangkat dari mimpi lama untuk membawa pengalaman menonton film hingga ke kota-kota kecil dan desa.

“Konsep menghadirkan Layar Digi di desa atau kota-kota kecil sebenarnya sudah menjadi mimpi lama yang tertahan. Melalui Layar Digi, kami ingin menghadirkan akses menonton film yang lebih merata sekaligus mendukung para pembuat film agar karya mereka dapat dinikmati lebih luas oleh masyarakat,” ungkap Rahayu Saraswati.

Selain memperluas akses hiburan bagi masyarakat, program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah, membuka peluang lapangan kerja baru, serta memperkuat ekosistem perfilman nasional dari hulu hingga hilir.

Ke depan, konsep micro cinema Layar Digi direncanakan diperluas ke berbagai wilayah di Indonesia dengan memanfaatkan lokasi strategis yang dekat dengan masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi distribusi film sekaligus memperkuat posisi film Indonesia di dalam negeri serta meningkatkan daya saingnya di pasar global.

Dalam kegiatan tersebut, Teuku Riefky Harsya turut didampingi Deputi Bidang Kreativitas Media Agustini Rahayu

, Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga Rian Syaf, Direktur Film, Animasi, dan Video Doni Setiawan, Tenaga Ahli Menteri Gemintang Kejora Mallarangeng, serta Tenaga Ahli Menteri bidang Media Rocklin Aprilius Anderson.

Turut hadir pula Menteri Kebudayaan Fadli Zon, CEO Layar Digi Victor Timothy, serta sejumlah perwakilan dari pihak Alfamart.

x|close