Ntvnews.id, Jakarta - Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memproyeksi nilai tukar rupiah berpotensi terus melemah hingga menyentuh level Rp19.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir 2026.
Menurutnya jika skenario tersebut terjadi, rupiah pada 2027 diperkirakan berpotensi mendekati Rp20.000 per dolar AS.
Ibrahim menilai tekanan terhadap rupiah tidak terlepas dari sejumlah tantangan yang tengah dihadapi pemerintah, mulai dari persoalan defisit anggaran, kenaikan harga minyak, hingga besarnya alokasi dana untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
"Pada saat kita lagi pusing tentang masalah defisit anggaran, harga minyak naik, dana dialihkan juga begitu besar ke MBG dan Koperasi Merah Putih. Nah, ini pun juga menjadi beban tersendiri bagi pemerintah," ucap Ibrahim dalam paparan open house Traze Andalan Futures, Kamis 29 Oktober 2026.
Baca juga: Rupiah Kamis Pagi Menguat Tipis ke Rp18.141 per Dolar AS
Ia menilai, tekanan fiskal dan kenaikan harga energi menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam melihat prospek pergerakan rupiah ke depan.
Dalam kesempatan itu, Ibrahim juga menyoroti sikap Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara yang saat ini yang dinilainya lebih berhati-hati dalam menyampaikan pandangan kepada publik dibandingkan dengan pendahulunya, Purbaya Yudhi Sadewa.
"Jadi kalau Menteri Keuangan saat ini cuma senyum-senyum saja, sebenarnya pusing. Itu pusing senyum-senyumnya," ungkapnya.
Menurutnya gaya komunikasi Menteri Keuangan saat ini cenderung lebih berhati-hati, berbeda dengan Purbaya yang dinilainya lebih terbuka dalam menyampaikan pernyataan.
"Memang benar, sangat berhati-hati, berbeda dengan Purbaya. Purbaya blak-blakan," ujarnya.
Baca juga: Rupiah Kian Tertekan, Makin Dekati Level Rp18.200 per Dolar AS
Ibrahim memperkirakan rupiah masih berpotensi melanjutkan pelemahan hingga akhir tahun ini.
Ia memperingatkan bahwa apabila nilai tukar rupiah mencapai Rp19.000 per dolar AS pada penghujung 2026, tekanan terhadap mata uang domestik berpotensi berlanjut pada tahun berikutnya.
"Rupiah pun juga kemungkinan besar masih akan melemah. Kalau seandainya sampai akhir tahun di Rp19.000, ya kemungkinan besar di tahun 2027 itu tidak akan jauh dari Rp20.000," tutupnya.
Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)