Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan sepekan ke depan.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Indonesia, Ibrahim Assuaibi, mengatakan penguatan indeks dolar AS dan kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi faktor yang berpotensi menekan pergerakan mata uang Rupiah.
Ibrahim memproyeksikan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18.250 per dolar AS pada pekan depan.
"Untuk rupiah sendiri kemungkinan besar akan kembali mengalami pelemahan kalau dilihat dari indeks dolar yang menguat, kemudian harga minyak mentah yang menguat," ucap Ibrahim dalam kajiannya dikutip, Senin 26 Oktober 2026.
Baca juga: Rupiah Kembali Tertekan, Dolar AS Tembus Rp18.074
Baca juga: Rupiah Kembali Tertekan, Dolar AS Perkasa ke Rp18.033
Ibrahim memperkirakan tekanan terhadap rupiah dapat membawa nilai tukar mata uang Rupiah ke level Rp18.200 per dolar AS pada pekan depan.
"Dalam perdagangan minggu depan direntang Rp17.900 - Rp18.250," lanjutnya.
Adapun pada penutupan perdagangan Jumat 23 Oktober 2026, rupiah ditutup melemah 20 poin ke level Rp18.080 per dolar AS. Posisi tersebut turun dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp18.060 per dolar AS.
Mata uang Rupiah dan Dolar AS/ist