Ntvnews.id, Jakarta - Harga minyak mentah dunia WTI crude oil berpotensi menembus USD115 per barel dalam sepekan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Indonesia, Ibrahim Assuaibi, mengatakan Konflik Rusia-Ukraina, memanasnya hubungan Iran dan Amerika Serikat (AS), hingga gangguan produksi minyak di Libya menjadi sejumlah faktor pendorong.
"Artinya kalau seandainya WTI crude oil sampai di USD108,30 berarti Brent crude oil itu bisa di atas USD115 per barel," ucap Ibrahim dalam kajiannya dikutip, Senin 26 Oktober 2026.
Salah satu faktor yang menopang kenaikan harga minyak adalah ketidakpastian geopolitik, Ibrahim menilai perang Rusia-Ukraina masih berpotensi berlanjut di tengah meningkatnya kemampuan persenjataan kedua negara.
Baca juga: Bahlil Ungkap Subsidi LPG Hampir Rp100 Triliun Imbas Kenaikan Harga Minyak Dunia
Menurut dia, aksi saling serang antara Rusia dan Ukraina masih terus berlangsung sehingga meningkatkan ketidakpastian terhadap stabilitas geopolitik global.
Selain itu, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat juga menjadi perhatian pasar energi. Ia menilai risiko konflik yang meluas dapat mengganggu keamanan pelayaran dan distribusi minyak, terutama di kawasan Selat Hormuz.
Dia menyebut Iran berpotensi meningkatkan serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz apabila Amerika Serikat melancarkan serangan.
"Walaupun sebelumnya sudah ada tanda-tanda akan ada kesepakatan dalam perdamaian, tetapi rupanya perang masih terus berkecamuk," jelasnya.
Baca juga: Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir, Prediksi Harga Minyak Turun Tajam
Di sisi lain, penghentian produksi minyak di Libya akibat dugaan sabotase turut menjadi perhatian.
Penghentian produksi tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap pasokan minyak dunia, terutama apabila terjadi bersamaan dengan gangguan distribusi di kawasan lain.
"Libya salah satu negara penghasil minyak mentah kualitas tinggi yaitu Brent crude oil, ya sehingga apa, pada saat penghentian minyak di produksi minyak di Libya, ini akan membuat kemungkinan besar Brent crude oil ya itu akan di 115, melebihi WTI crude oil yang kemungkinan besar hanya di 108,30," tandasnya.
Harga Minyak Mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) bulan April sebesar USD87,61 perbarel.