Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Pekan Depan Diprediksi Dekati USD99 per Barel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Sep 2026, 18:10
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Harga Minyak Mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) bulan April sebesar USD87,61 perbarel. Harga Minyak Mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) bulan April sebesar USD87,61 perbarel.

Ntvnews.id, Jakarta - Harga minyak mentah dunia WTI crude oil pada pekan depan masih menanjak akibat situasi geopolitik Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksi WTI crude oil pada sepekan kedepan kemungkinan besar diperdagangkan di level support USD82,50 per barel dan resisten di USD98,70 per barel.

"Untuk WTI crude oil dalam pekan depan kemungkinan besar rangenya ini masih di USD82.50 yaitu supportnya, resistenya adalah di USD98.70. Artinya harga minyak mentah WTI crude oil ini masih akan terus mendidih ya mendekati level USD99," ucap Ibrahim dalam kajiannya dikutip, Minggu 6 September 2026,

Ibrahim menilai ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah masih menjadi perhatian pasar.

Baca juga: Rupiah Menguat ke Rp17.911 per Dolar AS Seiring Turunnya Harga Minyak Dunia

"Geopolitik di timur tengah ini masih memanas ya dimana saling serang antara Amerika dengan Iran masih terus terjadi apalagi pasca Amerika melakukan penyerangan terhadap wilayah timur Iran," lanjutnya.

Menurut dia, eskalasi konflik semakin meningkatkan kekhawatiran pasar setelah AS melakukan serangan terhadap wilayah timur Iran yang menyebabkan jatuhnya korban sipil.

Serangan tersebut kemudian dibalas Iran dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan, termasuk yang berada di Yordania dan Uni Emirat Arab.

Pada saat yang sama, Amerika Serikat juga masih melanjutkan serangan terhadap Iran.

Ibrahim menilai ketegangan tersebut menjadi perhatian utama pasar karena kawasan Timur Tengah memiliki peran penting dalam pasokan energi dunia. Eskalasi konflik berpotensi mendorong kenaikan harga minyak mentah.

"Kita lihat bahwa permasalahan geopolitik di timur tengah ini yang terus memicu ya kenaikan harga minyak sehingga berdampak terhadap kenaikan harga gasolin harga gasolin," ungkap Ibrahim.

Baca juga: Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik, Non-Subsidi Ikuti Harga Minyak Dunia

Kenaikan harga minyak kemudian berpotensi meningkatkan harga bensin di Amerika Serikat. Ia mencatat rata-rata harga bensin di AS saat ini sudah mencapai sekitar USD5,85 per galon.

Menurutnya, kenaikan harga energi tersebut dapat menjadi tantangan bagi upaya pengendalian inflasi di Negeri Paman Sam.

"Di Amerika sekarang rata-rata di USD5,85 per galon, artinya apa? bahwa inilah harga yang relatif lebih tinggi dan ini yang selalu dijadikan sebagai alasan inflasi tinggi dan bank sentral akan kembali menaikkan suku bunga," tandasnya. 

x|close