Rupiah Jebol Rp18 Ribu per Dolar AS, BI Terus Intervensi Pasar Jaga Stabilitas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Okt 2026, 11:45
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Jumat, 1 Maret 2025. Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Jumat, 1 Maret 2025. (Antara)


Ntvnews.id
, Jakarta - Bank Indonesia (BI) buka suara terkait nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah menyentuh Rp18 ribu pada pembukaan perdagangan Jumat 16 Oktober 2026.

Adapun Rupiah turun 83 poin atau 0,46 persen menjadi Rp18.021 per dolar AS.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI), Erwin Gunawan Hutapea, menyampaikan bahwa meningkatnya sentimen risk-off global mendorong penguatan dolar AS sekaligus menekan pasar keuangan domestik.

Dalam kondisi tersebut, arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut.

"Di tengah meningkatnya sentimen risk-off global yang mendorong penguatan USD dan menekan pasar keuangan domestik, arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut," udap Erwin dalam keterangan tertulis, Jumat 16 Oktober 2026.

Baca juga: Dolar AS Makin Perkasa, Rupiah Ambruk ke Rp18 Ribu

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI) Erwin G Hutapea memaparkan materi dalam Taklimat Media, di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (30/9/2026) <b>(Antara)</b> Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI) Erwin G Hutapea memaparkan materi dalam Taklimat Media, di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (30/9/2026) (Antara)

Baca juga: BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Makin Dekati Rp18 Ribu per Dolar AS

Meski demikian, pergerakan rupiah secara umum masih sejalan dengan mata uang negara-negara kawasan.

Erwin menyebut pelemahan rupiah tercatat terbatas sebesar 0,28 persen secara quarter-to-date (QTD).

Di sisi lain, cadangan devisa Indonesia masih terjaga. Posisi cadangan devisa tercatat sebesar USD146,3 miliar pada akhir September 2026.

"Bank Indonesia berkomitmen untuk terus hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamentalnya dan memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik," jelasnya.

Upaya stabilisasi dilakukan melalui intervensi secara konsisten, antara lain melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Selain intervensi di pasar valuta asing dan obligasi, BI juga menjaga kecukupan likuiditas serta mengelola struktur suku bunga di pasar uang.

Bank sentral turut memperkuat koordinasi dan komunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, serta pihak terkait lainnya untuk mendukung stabilitas pasar keuangan.

"Bank Indonesia juga menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga di pasar uang, serta terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait lainnya," tandasnya.

x|close